Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bervariasinya sentimen yang menerpa pasar modal Indonesia membuat pelaku pasar menahan diri melantai di Bursa Efek Indonesia. Aksi wait and see ini memaksa indeks saham acuan kembali masuk zona merah.
Pelaku pasar masih sedikit khawatir dengan pengumuman pertemuan The Fed. Ditambah aksi jual asing yang terus marak dan koreksi harga minyak dunia membuat lantai bursa memerah.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 18 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali terpeleset 0,317 poin (0,18%) ke level 172,675. Padahal pada penutupan kemarin, ISSI sempat bertahan di zona hijau.
Pelemahan di sesi pemanasan ini dipicu turunnya harga saham dari 14 emiten syariah. Sebaliknya, 8 emiten bergerak menguat dan 12 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan efek syariah ini mencapai Rp 18,48 miliar dengan 89,86 juta saham yang beralihtangan.
Di sesi pembukaan, ISSI masih belum bisa berbuat banyak. ISSI masih terkoreksi 0,283 poin (0,16%) ke level 172,709
Hal yang sama dialami indeks bluechips syariah yang kemarin ditutup melemah. Jakarta Islamic Index (JII) kembali melanjutkan pelemahan dengan koreksi 2,036 poin (0,28%) ke level 722,648 di sesi prapembukaan.
Memasuki waktu perdagangan, JII masih tertekan 1,904 poin (0,26%) ke level 722,780. Pelemahan didorong turunnya harga saham dari 14 emiten bluechips syariah. Sedangkan 7 emiten JII lainnya sudah berhasil terangkat ke zona hijau.
Sementara itu IHSG juga harus masuk zona merah usai melemah 13,344 poin (0,25%) ke level 5.425,809 di sesi prapembukaan.
Bursa saham Indonesia melakukan pemanasan dengan menggelar aksi jual beli terhadap 102,55 juta saham dengan dana Rp 30,53 miliar.
Aksi beli investor membawa 10 emiten melaju ke zona hijau. Sayang, 21 emiten justru terserang aksi jual.
Pemodal asing tampaknya belum lepas dari kekhawatiran kenaikan suku bunga acuan The Fed. Asing mencetak nett sell Rp 6,7 miliar.
IHSG kembali terseret melemah 12,653 poin (0,23%) menuju level 5.426,500 di sesi pembukaan
Emiten sektor industri dasar dan properti menjadi motor penggerak bursa saham nasional. Namun koreksi tajam pada industri aneka memaksa indeks saham Indonesia lebih memilih bergerak lemah.
Selain Nikkei Jepang, sebagian besar bursa regional memulai perdagangan di zona hijau. Nikkei saat ini terkoreksi 0,22 persen sedangkan Hang Seng justru menguat 0,45 persen.
Dari pasar keuangan, rupiah mulai menunjukan keperkasaaannya. Keputusan Bank Indonesia tetap mempertahankan bunga acuan di level 7,5 persen membawa rupiah menguat 7 poin (0,05%) ke level 13.173 per dolar AS.
Rupiah sempat dibuka melemah di level 13.180 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya