Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia kembali diserang aksi jual jelang penutupan. Alhasil, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) kembali terpeleset ke zona merah.
Beruntung bagi Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang berhasil bertahan di zona positif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 17 Maret 2015, ISSI hanya menguat tipis 0,062 poin (0,04%) ke level 172,992.
Keputusan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan BI rate di level 7,5 persen disambut aksi jual pelaku pasar. Alhasil, ISSI yang sempat melaju kuat di zona positif kembali terserang aksi jual jelang penutupan.
ISSI tercatat sempat menguat ke posisi tertinggi di 173,833.
Tertahannya ISSI di zona hijau terbantu menguatnya harga saham dari 99 emiten syariah. Aksi jual beli saham kali ini menyebabkan 81 emiten syariah bergerak melemah dan 65 lainnya melaju stagnan.
Pelaku pasar tercatat mentransaksikan 33,72 miliar saham bernilai Rp 4,23 triliun.
Nasib kurang mujur diderita saham-saham bluechips syariah. Dibuka menguat ke level 728,677, JII justru terpeleset 0,662 poin (0,09%) ke level 724,684 di sesi penutupan.
Pelemahan JII ini dipicu turunnya harga saham dari 15 emiten unggulan syariah. Sebaliknya, penguatan 13 emiten JII tak bisa mengangkat indeks acuan saham bluechips syariah.
Saham-saham bluechips syariah yang biasa menggerakan JII memang tengah dilanda aksi jual. Top losser JII dihuni oleh UNVR yang melemah Rp 575, ITMG Rp 250, UNTR Rp 150, ICBP Rp 150, dan SILO Rp 50.
Sementara saham-saham bluechips pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) dihuni oleh INTP yang naik Rp 300. Disusul AALI Rp 225, PTBA Rp 100, SMGR Rp 100, dan SMRA Rp 60 per saham.
Lantai bursa sebetulnya didominasi kenaikan indeks saham acuan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan naik tipis 3,882 poin (0,07%) ke level 5.439,153.
Pasar modal Indonesia diguyur dana investor hingga Rp 6,10 triliun dengan 75,66 miliar saham yang beralihtangan. Pemodal asing kembali menarik dananya dengan mencetak nett sell Rp 682 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya