Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia diguyur sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Kabar ini langsung disambut kenaikan sejumlah indeks saham acuan.
Seiring akan keluarnya pengumuman BI Rate, pelaku pasar tampaknya mencoba menahan diri menggelar aksi belanja besar-besaran.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 17 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,593 poin menuju level 173,523.
Penguatan ISSI masih terus berlanjut hingga 30 menit waktu perdagangan. ISSI tercatat telah menguat 0,4 poin (0,23%) ke level 173,33.
Hingga saat ini tercatat sudah 88 emiten syariah yang bergerak menguat. Sisanya, 46 emiten ISSI bergerak melemah dan 45 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham mencapai Rp 799,24 miliar dengan 6,64 miliar saham yang beralihtangan.
Pembukaan di zona hijau juga dicetak indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan menguat 3,331 poin ke level 728,677.
Sentimen positif yang menggelayuti pasar saham Indonesia juga membawa JII terus menapak jalur positif. JII tercatat masih menguat 2,067 poin (0,28%) ke level 727,413.
Sebanyak 21 emiten unggulan syariah telah berangsung pulih dan menanjak ke zona hijau. Namun 7 lainnya masih tertinggal di zona merah dan 2 emiten JII memilih stagnan.
Pelaku pasar telah memperdagangkan 1,93 miliar saham bluechips syariah bernilai Rp 529,50 miliar.
Lantai bursa pagi ini memang didominasi penguatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kemarin mengalami koreksi juga mulai berangsur menanjak dengan kenaikan 17,56 poin (0,3%) ke level 5.452,83.
Penguatan IHSG ini tak terlepas dari menghijaunya bursa saham regional dipicu kenaikan Wall Street.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya