Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indonesia mencatat surplus pada neraca perdangan Indonesia pada bulan Februari 2015 sebesar US$ 740 juta. Hal ini dipicu karena terjadinya peningkatan nilai perdagangan untuk sektor migas dan non migas.
Begitupun dari sisi volume perdagangan, pada bulan Februari 2015 neraca volume perdagangan mengalami surplus 27,61 juta ton.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin, 16 Maret 2015, nilai ekspor Indonesia Februari 2015 mencapai US$12,29 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7,99 persen dibanding ekspor Januari 2015. Demikian juga bila dibanding Februari 2014 mengalami penurunan sebesar 16,02 persen.
Sejalan dengan itu, nilai impor Indonesia Febuari 2015 pun juga mengalami penurunan. Nilainya mencapai US$11,55 miliar atau turun 8,42 persen dibanding Januari 2015. Demikian pula jika dibanding Februari 2014 turun 16,24 persen.
Tiga negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai US$ 1,19 miliar, Jepang US$ 1,13 miliar, dan India dengan nilai ekspor US$ 960 juta. Sementara itu, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Februari 2015 ditempati oleh China
dengan nilai US$2,51 miliar, Jepang US$1,26 miliar, dan Thailand US$ 710 juta.
Berdasarkan data ini, perdagangan internasional RI mengalami pelambatan. Namun, RI masih bisa menjaga volume ekspor agar tetap melebihi volume impor. Dengan demikian, meski nilai tukar rupiah tengah melemah, tetapi nilai perdagangan Indonesia masih mencetak surplus.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya