BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Dream - Melihat potensi yang besar, pemerintah berencana meningkatkan produksi gas alam. Untuk itu, dalam kunjungannya ke Jepang, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyempatkan berkunjung ke Pabrik Terminal LNG Sodegaura milik perusahaan Tokyo Gas, Jepang.
Usai berkunjung, JK mengakui bahwa masyarakat Indonesia belum memanfaatkan secara optimal sumber daya alam yang dimiliki, salah satunya gas alam. Padahal Indonesia adalah salah satu negara produsen gas terbesar pada tahun 1970-an.
“ Tapi sampai sekarang kita belum maksimal memanfaatkan gas itu, sehingga kita masih pakai minyak yang mahal dan tak efisien dan tidak bersih,” ujar JK seperti dikutip dari laman wapresri.go.id, Senin, 16 Maret 2015.
Menurut JK, masyarakat Indonesia harus bisa memanfaatkan potensi alam ini untuk industri dan pembangkit listrik. Caranya, dengan membangun receiving terminal, seperti di Bontang, Papua, dan Aceh yang memiliki sumber gas.
" Meski kita, memiliki sumber gas di Bontang, Papua, Aceh tapi karena tidak memiliki receiving terminal atau tempat penerimaan gas, gas itu tidak dapat digunakan di Pulau Jawa, dimana banyak industri yang sangat membutuhkan sebagai sumber energi. Yang ada di Jawa hanya gas alam saja,” keluh JK.
Pemerintah saat ini tengah memikirkan pembangunan receiving terminal. Namun, nilai investasinya sangat mahal mencapai Rp 10 triliun. Jika dibangun, lanjut JK, maka untuk memudahkan pengiriman gas melalui kapal-kapal besar, receiving terminal itu akan didirikan di dekat pelabuhan laut dalam.
Pada kesempatan tersebut, JK juga meminta pemerintah Jepang untuk tetap menjaga komitmen investasinya di sektor infrastruktur, eksplorasi dan manufaktur, termasuk juga proyek listrik 35000 MW yang harus segera dibangun.
" Tentu saja soal keamanan kita harus menjamin karena keamanan butuh komitmen. Begitu juga kemudahan investasi di Indonesia harus kita yakinkan, karena saat ini negara kita adalah pilihan yang sangat potensial dibandingkan dengan negara-negara lain," tandas JK.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
