Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Masih belum munculnya sentimen yang cukup kuat mendorong bursa saham Indonesia kembali melemah di awal pekan. Pasar cenderung menghindari lantai bursa seiring munculna sejumlah data ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Aksi jual juga masih menggelayuti para pemodal asing yang mencermati aksi pemerintah mengatasi pelemahan rupiah. Asing mengawali perdagangan dengan nett sell Rp 4,7 miliar.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) membuka sesi perdagangan dengan melemah 0,227 poin (0,13%) ke level 172,649.
Pelemahan ini mengikuti arus koreksi harga saham dari 17 emiten syariah. ISSI hanya mampu mengangkat 7 emiten ke zona hijau.
Di awal pekan ini pelaku pasar memulai perdagangan dengan dana Rp 10,85 miliar. Dana itu dipakai untuk aksi jual beli 41,84 juta saham syariah.
Di sesi pembukaan, ISSI masih bergerak lemah dengan mencatat koreksi 0,195 poin (0,11%) ke level 172,681
Arah pelemahan juga masih melanda indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi pra pembukaan dengan koreksi 1,205 poin (0,17%) ke level 722,471.
JII masih belum bisa berbuat banyak di sesi pembukaan setelah terkoreksi 1,045 poin (0,14%) ke level 722,631.
Sebanyak 29,34 juta saham bluechips syariah sudah diperdagangkan pelaku pasar dengan dana mencapai Rp 9,92 miliar.
Lantai bursa pagi ini memang didominasi pelemahan indeks saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi 10,998 poin (0,20%) ke level 5.415,468 di sesi pra pembukaan.
IHSG masih belum bisa unjuk gigi di sesi pembukaan setelah masih melemah 10,343 poin (0,19%) ke level 5.416,123
Bursa saham Indonesia pagi ini terseret pelemahan harga saham dari 23 emiten. Menguatnya harga saham dari 9 emiten tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.
Lantai bursa memulai transaksi perdagangan dengan melakukan aksi jual beli 51,75 juta saham bernilai Rp 20,31 miliar.
Asing masih belum lepas dari aksi jual saham. Tercatat nett sell asing pagi ini mencapai Rp 4,7 miliar
Pelemahan BEI ini tak terlepas dari sentimen negatif bursa regional. Sejumlah indeks utama Asia mengawali perdagangan dengan melemah. Indeks Hang Seng saat ini bahkan masih bergerak melemah 0,22 persen. Sementara Nikkei sudah mulai menguat 0,21 persen.
Dari pasar keuangan, rupiah benar-benar belum menunjukan keperkasaan. Rupiah bahkan semakin menembus level 13.200 di awal perdagangan.
Hingga 10 menit waktu perdagangan, rupiah sudah terdepresiasi 31 poin (0,24%) menjadi 13.216 per dolar AS. Pagi ini rupiah bahkan sempat terpuruk ke leve 13.225 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya