Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia terpeleset ke zona merah jelang libur akhir pekan. Jurus Presiden Joko Widodo mengangkat rupiah seolah tenggelam dengan aksi para investor asing yang kembali melepas saham.
Berbaliknya indeks saham ke zona negatif berlawanan arah dengan sebagian besar bursa regional.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 13 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergelincir ke level 172,876, atau turun tipis 0,050 poin (0,03%).
ISSI sebetulnya di buka di zona hijau dan sempat menguat ke level tertinggi 173,684. Tekanan aksi jual pasar justru membalikan laju ISSI ke zona negatif.
Tergerusnya ISSI terpicu koreksi saham yang dialami 95 emiten syariah. Padahal aksi beli pasar telah menggiring 72 emiten ke zona hijau dan 67 lainnya bertahan stagnan.
Jelang akhir pekan ini pelaku pasar memperdagangkan 26,48 miliar saham bernilai Rp 3,22 triliun.
Koreksi juga dicetak indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat justru tergelincir 0,097 poin (0,01%) ke level 723,676.
JII mengikuti arah pelemahan yang dicetak 14 emiten bluechips syariah. Sementara 12 emiten melaju positif dan 4 lainnya memilih bertahan stagnan.
Sama dengan ISSI, JII juga sempat memberikan harapan usai dibuka menguat. JII bahkan sempat mencetak level tertinggi di 727,840. Namun aksi jual jelang penutupan, mendorong JII masuk zona merah.
Emiten tambang, ITMG menjadi saham bluechips pencetak kenaikan tertinggi (top gainer) dengan menguat Rp 350. Disusul MPPA yang menguat Rp 130, AKRA Rp 50, UNVR Rp 50, dan SMRA Rp 40 per saham.
Lantai bursa saham Indonesia sore ini memang didominasi pelemahan indeks acuan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 13,366 poin (0,25%) ke level 5.426,466.
Pelaku pasar mentransaksikan 49,60 miliar saham bernilai Rp 5,16 triliun. Pemodal asing kembali menggelar aksi lepas saham dengan mencetak nett sell Rp 465 miliar
Dari pasar keuangan, laju kurs rupiah belum bisa lepas dari tekanan. Terdepresiasi 37 poin (0,28%), rupiah sore ini bertengger di level 13.187 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya