6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan rendahnya nilai ekspor mebel Indonesia. Dengan potensi yang dimilikinya, nilai ekspornya sekitar US$ 2 miliar jauh lebih kecil dibandingkan Vietnam.
Nilai ekspor mebel Vietnam ditaksir mencapai US$ 6 miliar. Keluhan Jokowi ini ditujukan kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian, serta Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI).
Jokowi meminta agar pihak terkait bisa mendorong peningkatan nilai ekspor ini. Pemerintah mematok target ekspor produk mobel dalam lima tahun ke depan bisa mencapai angka US$ 5 miliar.
“ Caranya seperti apa? Silakan bertemu utk membuat step-step menuju ke 5 miliar dollar AS dalam 5 tahun ke depan. Itu target yang tidak main-main,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Jumat, 13 Maret 2015.
Lebih lanjut, Ketua Umum AMKRI Soenoto menyatakan dibutuhkan lebih dari setengah jumlah kabinet untuk mendukung perkembangan industri furnitur ini.
Sebagai contoh, selain Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, industri mebel juga membutuhkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari segi bahan baku, Kementerian BUMN untuk penetrasi pasar, serta Polri untuk mencegah penyelundupan.
Secara khusus, Soenoto juga menyampaikan permintaan dukungan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk penyediaan teknologi tepat guna bagi industri mebel.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya