Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks bursa saham Indonesia berhasil mempertahankan laju positifnya hingga penutupan perdagangan. Minimnya tekanan serta menguatnya bursa regional membuat pemodal kembali berburu saham.
Penguatan indeks saham nasional memang masih tertekan aksi jual investor asing. Nett sell asing sore ini berkurang menjadi Rp 127,08 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 12 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berhasil menguat 0,574 poin (0,33%) ke level 172,926.
ISSI tertolong aksi beli investor jelang penutupan perdagangan. Aksi belanja ini berhasil mengangkat 92 emiten ke zona hijau sedangkan 80 lainnya masih tertekan aksi jual.
Meski menguat, ISSI sebetulya sempat tertekan dan jatuh ke zona negatif. ISSI mencetak level terendah di 172,278 dan tertinggi 173,447.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 28,40 miliar saham bernilai Rp 3,55 triliun.
Penutupan positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat 3,242 poin (0,45%) ke level 723,773.
Positifnya laju JII tak terlepas dari menguatnya harga saham dari 13 emiten bluechips syariah. Sisanya, sebanyak 13 emiten bergerak melemah dan 4 lainnya stagnan.
Sama dengan ISSI, JII yang mencetak transaksi Rp 2,25 triliun ini juga sempat bergerak melemah. JII mencetak posisi terendah di 720,050.
Memasuki sesi kedua, JII terbantu aksi beli pelaku pasar. Puncaknya terjadi pada jelang penutupan dimana JII melompat signifikan.
Emiten barang konsumsi UNVR menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) dengan kenaikan Rp 1.075. Disusul ITMG yang naik Rp 575, PTBA Rp 425, ICBP Rp 300, dan AALI Rp 50 per saham.
BEI sore ini juga menutup perdagangan di zona positif. Sempat dibuka melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mengakhir transaksi dengan menguat 20,266 poin (0,37%)ke level 5.439,832.
Sementara itu nilai tukar rupiah pelan-pelan mulai melawan laju pelemahannya. Meski sempat menyentuh level terendah 13.332, rupiah sore ini berhasil terapresiasi 37 poin menjadi 13.158 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya