Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jasa Penukaran Dolar AS Di Kwitang, Jakarta (Antarafoto.com)
Dream - Kepala Riset NongHyup Korindo Securities Reza Priyambada mengaku sulit memprediksi akhir dari tren pelemahan rupiah. Hal ini lantaran tidak terlihat tanda-tanda upaya pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi guna menguatkan mata uang RI ini.
" Ini sulit diperkirakan karena kita lihat pemerintah dan BI, memberikan kesan mereka menyetujui pelemahan ini. Sepanjang pemerintah dan BI mengingkan pelemahan rupiah dengan berbagai alasan, maka rupiah akan terus mengalami pelemahan," ujar Reza kepada Dream.
Menurut Reza, kondisi nilai tukar saat ini memang jauh di luar prediksi. Bahkan menurutnya, kurs rupiah berada melebihi kisaran terburuk yang diperkirakannya. Dampaknya, tentu akan berimbas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
" Kami membuat skenario terbaik untuk rupiah di kisaran Rp 11.200- Rp 11.650, tetapi kita punya skenario terburuk itu rupiah bisa mendekati level Rp 11.950-Rp 12.350 atau bisa lebih, yaitu Rp 12.450-Rp 12.580 per dolar AS selama setahun," paparnya.
" Namun, kalau tidak ada upaya pemerintah dan BI maka kami akan revisi prediksi nilai tukar dan tentunya IHSG karena pelemahan ini pasti berpengaruh terhadap pasar," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya