Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan, reformasi kebijakan di bidang subsidi yang telah dilakukan pemerintah, memberi dampak positif bagi keadaan saat ini.
" Dengan kita melakukan reformasi subsidi dalam bentuk penghapusan subsidi premium dan subsidi tetap untuk solar, maka perubahan kurs ini tidak berpengaruh terhadap BBM," ujar Bambang seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Jumat, 13 Maret 2015.
Bambang menjelaskan jika depresiasi terjadi sebelum reformasi kebijakan subsidi, pelemahan kurs dapat meningkatkan naiknya anggaran subsidi BBM, sehingga defisit juga akan ikut terkerek naik. Jika ditambah dengan ikut naiknya harga minyak, kemungkinan defisit dapat melampaui 3 persen.
Ke depan, lanjut Bambang, pemerintah akan merumuskan respon kebijakan untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Ini ditujukan untuk menekan laju pelemahan mata uang dalam negeri.
“ Kita bisa seperti negara lain, yang ketika mengalami pelemahan mata uang, pelemahannya relatif kecil. Atau malah dalam beberapa kasus mengalami apresiasi,” pungkasnya.
Sebelumnya di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa defisit transaksi berjalan harus dapat diatasi, karena telah menjadi permasalah dalam 2-3 tahun terakhir ini.
“ Akan ada sejumlah upaya supaya CAD (Current Account Deficit) itu akan teratasi secara pelan-pelan. Karena kita sadar itu adalah masalah yang kita hadapi 2-3 tahun terakhir ini,” ujar Sofyan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya