Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Meski menguat tipis, indeks saham syariah berhasil menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Penguatan sebetulnya bisa lebih tinggi jika saja aksi jual jelang penutupan tak menggerogoti lantai bursa.
Laju positif indeks saham muncul dikala pemodal asing kembali melepas sahamnya. Bahkan asing mencetak nett sell hingga Rp 749 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 16 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,054 poin (0,03%) ke level 172,930.
Naiknya harga saham dari 77 emiten syariah berhasil meredam pelemahan 118 penghuni ISSI lainnya.
ISSI sepanjang perdagangan memang sempat bergerak fluktuatif. Sentimen aksi tunggu pasar jelang pengumuman The Fed serta pelemahan rupiah memaksa pelaku pasar menghela napas.
Alhasil, ISSI yang dibuka melemah di level 172,649, sempat terjun ke posisi 172,612. Munculnya aksi beli berhasil mengangkat ISSI kembali ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi 173,363.
Transaksi perdagangan saham syariah awal pekan ini mencapai Rp 3,55 triliun dengan 28,08 miliar saham beralihtangan.
Saham-saham unggulan syariah juga berhasil menembus zona hijau. Jakarta Islamic Index (JII) menutupa perdagangan dengan menguat 1,670 poin (0,23%) ke level 725,346.
JII juga didominasi saham-saham yang bergerak melemah. Tercatat 18 emiten JII mengalami koreksi harga sedangkan 12 lainnya melaju positif.
Emiten bluechips syariah penghuni top gainer kali ini diisi oleh AALI yang menguat Rp 400, disusul ICBP Rp 375, SMGR Rp 175, MPPA Rp 105, dan ASII Rp 100 per saham.
Keberhasilan menahan gempuran aksi jual jelang penutupan juga dicetak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indikator kinerja BEI ini ditutup naik tipis 8,805 poin (0,16%) ke level 5.436,271.
Lantai bursa sore ini dibanjiri dana investor hingga Rp 5,63 triliun. Sayang, dari nilai tersebut, asing justru membukukan nett sell hingga Rp 749 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah masih belum beranjak dari tekanannya. Rupiah sore ini bergerak lemah 47 poin (0,36%) menjadi Rp 13.232 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya