6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Menjadi ibu rumah tangga tidak hanya bertugas mendidik anak, tetapi juga harus mampu menjadi Menteri Keuangan di rumah. Terkadang pendapatan suami habis begitu saja tanpa ada nilai tambah yang didapat.
Selama ini pemikiran kita, manajemen keuangan yang baik untuk mengelola keuangan rumah tangga yaitu menyediakan pos untuk tabungan. Tentu tabungan ini memang sangat penting untuk rumah tangga ketika sewaktu-waktu ada keperluan mendesak, tetapi ibu rumah tangga juga perlu menyediakan pos untuk berwirausaha.
“ Istri adalah Menteri Keuangan Rumah Tangga, dan sebagai ibu rumah tangga yang cerdas, para istri harus mampu mengubah mindset mereka, dari yang tadinya hanya spend menjadi income creation," kata Messayu Shinta, coach dari Vanaya Institute melalui keterangan pers, Rabu, 18 Maret 2015.
" Jadi menghemat dan menabung saja tidak cukup, harus mampu juga mencari cara untuk dapat menambah nilai kekayaan demi kebutuhan keluarga,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Lyra Puspa, President dan Founder Vanaya Institute. Menurutnya, menabung bukanlah konsep terbaik dalam perancangan keuangan, karena sebenarnya ada kerugian-kerugian yang tidak disadari ketika menabung.
“ Kalau kita hitungkan kembali hasil dari menabung konvensional, sebenarnya nilai yang ditabungkan berkurang dengan adanya pajak dan administrasi bank, padahal bunga berada di bawah inflasi, sehingga hal ini memastikan harta kita semakin tergerus secara pasti,” ujarnya.
“ Menabung konvensional juga merupakan stagnasi perputaran aset, karena ditumpuk saja, sehingga tidak ada fungsi leverage yg bisa mengakselerasi wealth” tambahnya lagi.
Lebih lanjut, ujar Lyra, para ibu tidak diharapkan untuk sekedar menghemat dan menabung, sebagaimana pendekatan tradisional tetapi pola pikirnya harus terbuka, sehingga terbentuk Wealth Mindset dan Wealth Habit. Dengan kesadaran dan kecerdasan finansial, maka para ibu bukan sekadar menghemat karena ketakutan masa depan apalagi keterpaksaan.
" “ Masih banyak wanita Indonesia yang silau dengan mode, tren fashion hingga gadget daripada investasi jangka panjang dan yang terpenting mindset wanita Indonesia tentang cara menabung masih keliru," ujar Lyra.
Tren saat ini, para ibu rumah tangga menginginkan adanya waktu yang lebih banyak untuk keluarga tanpa harus kehilangan usaha atau karir impian mereka. Untuk itu, tidak ada salahnya mencoba berwirausaha.
Ada fakta menarik dibalik tumbuhnya industri kecil dan menengah Indonesia. Data yang didapatkan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan, 60% dari total 46 juta usaha kecil menengah Indonesia dimiliki oleh wanita Indonesia. Ini menandakan jumlah wanita yang memiliki usaha sendiri tidaklah sedikit.
Disamping itu, fakta lain yang menarik dari hasil riset ini adalah dalam hal pembayaran utang, pengusaha wanita lebih disiplin dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, tidak heran para investor lebih mempercayakan dana mereka kepada pebisnis wanita.
“ Wanita memiliki kemampuan berkomunikasi antar pribadi yang lebih baik dari pada kaum Adam. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan dalam menciptakan dan mengembangkan usaha mandiri” terang Anitawati Seman, sa;lah seorang pengusaha yang juga menjadi coach di Vanaya Institute. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
