Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://antarafoto.com)
Dream - Adanya kepastian keputusan The Fed untuk sementara melegakan pelaku pasar. Indeks saham acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) pun kembali melaju di jalur hijau.
Kembalinya pemodal asing ke pasar modal Indonesia juga menjadi kabar positif bagi para pemodal. Asing pagi ini memulai perdagangan dengan nett buy tipis Rp 8 miliar.
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,176 (0,68%) menuju level 173,005.
ISSI terus beranjak naik di sesi pembukaan dengan menguat 1,227 (0,71%) ke level 173,056. Hingga 10 menit waktu perdagangan, ISSI bahkan telah terdongkrak 0,86 persen menuju 173.299.
Aksi beli pelaku pasar mendorong 101 emiten syariah kembali ke jalur hijau. Sementara hanya 8 emiten yang tertekan aksi jual dan 29 lainnya melaju stagnan.
Pasar saham syariah Indonesia langsung dibanjiri dana investor. Tak kurang dari Rp 422 miliar telah digunakan pelaku pasar untuk jual beli 4,57 miliar saham.
Kabar positif dari Negeri Paman Sam juga berimbas pada laju indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melakukan pemanasan dengan menguat 6,770 (0,94%) ke level 725,087.
Langkah positif JII belum terbendung di sesi pembukaan usai menguat 6,948 poin (0,97%) menuju level 725,265.
Hampir seluruh penghuni JII jadi buruan para pelaku pasar. Sebanyak 28 emiten unggulan syariah bergerak menguat dan hanya menyisakan 1 emiten di zona merah.
Tak kurang dari 1,28 miliar saham bluechips syariah telah diperdagangkan pelaku pasar. Dana sebesar Rp 274 miliar dipakai untuk melakukan aksi jual beli.
Pagi ini lantai bursa memang dipenuhi keceriaan setelah tertekan dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan dengan melompat 31,916 poin (0,59%) ke level 5.445,067.
IHSG bahkan terus melompat 33,257 poin (0,61%) ke level 5.446,408 di sesi pembukaan.
Lantai bursa saham pagi ini sudah dikucuri dana investor hingga Rp 964 miliar dari 8,77 miliar saham yang beralih tangan.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia bergerak variatif usai putusan The Fed menahan kenaikan suku bunga. Indeks Nikkei Jepang yang dibuka melemah saat ini masih terkoreksi 0,60 persen. Sementara Hang Seng masih terus bergerak positif dengan kenaikan 0,95 persen.
Imbas keputusan The Fed juga membuat rupiah makin perkasa. Pagi ini rupiah terus bergerak naik hingga menguat 120 poin (0,91%) ke level 13.035 per dolar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya