Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Konsumen Berburu Mobil
Dream - Selain suku cadang dan layanan purna jual, efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan konsumen Indonesia ketika membeli mobil.
Untuk memudahkan konsumen menentukan pilihan, Carmudi--platform jual beli kendaraan online--merilis beberapa kendaraan paling efisien untuk bahan bakar.
Dengan tagihan tidak lebih dari Rp 200.000 di saku Anda dan berapa kilometer Anda dapat berkendara. Berikut adalah daftar 10 mobil paling ekonomis dan hemat bahan bakar:
1. Toyota Prius (Hybrid)
Rp 200.000 (sekitar 420 km) menggunakan Pertamax biasa
2. Suzuki Splash (Bensin)
Rp 200.000 (sekitar 360 km) menggunakan Pertamax biasa
3. Isuzu Panther (Diesel)
Rp 200.000 (sekitar340 km) menggunakan Bio Solar
4. Nissan March (Bensin)
Rp. 200.000 (sekitar 330 km) menggunakan Pertamax biasa
5. Honda Mobilio (Bensin)
Rp 200.000 (sekitar 320 km) menggunakan Pertamax biasa
6. Mazda CX 5 (Bensin)
Rp. 200.000 (sekitar 310 km) menggunakan Pertamax biasa
7. Lexus 460 H (Hybrid)
Rp.200.000 (sekitar 300 km) menggunakan Pertamax biasa
8. KIA Picanto (Bensin)
Rp.200.000 (sekitar 300 km) menggunakan Pertamax biasa
9. Toyota Avanza (Bensin)
Rp.200.000 (sekitar 300 km) menggunakan Pertamax biasa
10. Toyota Camry (Hybrid)
Rp.200.000 (sekitar 300 km) menggunakan Pertamax biasa
*Catatan: Review konsumsi bahan bakar di sini tidak bisa dijadikan patokan resmi. Konsumsi BBM bisa berbeda hasilnya satu sama lain karena bisa dipengaruhi gaya mengendara, beban mobil dan juga kondisi jalan yang dilalui. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya