Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Terjadinya lonjakan permintaan terhadap jasa pembantu rumah tangga membuat agen mengalami kekurangan tenaga pembantu rumah tangga. Seperti dikutip dari Arab News, Kamis, 21 Agustus 2014, Lembaga jasa tenaga kerja Arab Saudi (SMASCO) telah menaikkan tarif dibandingkan tahun lalu.
Pengguna jasa pembantu rumah tangga harus mengeluarkan SR 1.580 atau meningkat dari tarif sebelumnya yang sebesar SR 1.260. Bahkan ada beberapa lembaga bersikeras menetapkan tarif hingga SR 46 ribu untuk gaji dan biaya administrasi untuk kontrak dua tahun.
Saima Qazzafi, seorang ibu asal Pakistan dengan 3 anak yang tinggal di Riyadh, sangat membutuhkan jasa pembantu dari dalam negeri. Dia mengunjungi agen, tetapi ternyata tidak ada pembantu yang tersedia selama 3 bulan ke depan. Hanya tersedia pembantu asal Kenya yang jumlahnya sangat terbatas karena tingginya permintaan.
" Saya terkejut dengan harga paket yang terlalu tinggi. Saya rasa dalam 3 bulan ke depan, masih belum ada orang yang dapat diharapkan mau bekerja menjadi pembantu," ungkapnya.
Akhirnya, Qazzafi mempekerjakan pelayan paruh waktu dari sebuah badan. Biayanya sekitar SR 2.700-SR 3.000
" Mereka juga menuntut SR 25 per jam dan ongkos taksi dari dan ke rumah saya," keluhnya.
Hal senada juga dikeluhkan Sameera Arshad, seorang ibu rumah tangga di Riyadh. Dia berjuang untuk menemukan pembantu karena meningkatnya tarif mereka.
" Beberapa lembaga menerapkan tarif SR8-10 ribu untuk jasa pembantu rumah tangga yang tinggal di rumah kami. Selain gaji bulanan, kami juga dibebankan dengan biaya tambahan seperti biaya kesehatan," jelasnya.
Salah satu agen menetapkan majikan membayar di muka untuk kontrak 2 tahun, tanpa adanya fasilitas cicilan. Zubda Nazir, seorang ibu di Riyadh, mengungkapkan keprihatinannya atas kurangnya pilihan pembayaran di agen penyalur pembantu ini. Akhirnya, Nazir berjuang mengurusi 4 anak-anaknya tanpa ada bantuan pembantu rumah tangga.
" Bagaimana kita bisa membayar gaji pembantu rumah tangga dengan tarif tinggi tersebut? Apalagi gaji kepala keluarga kita tidak bisa memenuhi pembayaran gaji tersebut," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya