Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Maraknya transaksi belanja online yang dilakukan oleh pengguna internet ternyata masih menjadi momok yang cukup menyita perhatian. Berdasarkan hasil survei terbaru oleh Kaspersky Lab dan B2B Internasional terbukti jika tidak sedikit pengguna internet yang merasa khawatir adanya penipuan saat mereka bertransaksi online.
Sekitar 49 persen pengguna internet di seluruh dunia ternyata masih merasa rentan untuk berbelanja atau melakukan pembayaran online. Sementara 42 persen pengguna lainnya akan memanfaatkan sistem pembayaran online lebih sering, jika merasa telah dilindungi dari segala bentuk penipuan siber.
Melihat fakta ini, sejumlah perusahaan penyedia transaksi online disebut menderita kerugian karena kurangnya kepercayaan konsumen dalam keamanan transaksi online. Kaspersky mendapati sekitar 62 persen pengguna merasa takut adanya penipuan keungan melalui internet dan data menunjukkan adanya kegelisahan konsumen.
Sebanyak 40 persen pengguna melakukan pembayaran online yakin jika aplikasi mobile resmi sejumlah perusahaan membutuhkan perlindungan lebih sebelum mereka merasa yakin sepenuhnya. Selain itu sekitar 37 persen pengguna merasa akan mengakhiri transaksi online sebelum berlanjut ke proses pembayaran karena tidak yakin dengan faktor keamanan yang ditawarkan.
Tingkat perlindungan terhadap penipuan siber merupakan faktor penting bagi pengguna internet saat memilih toko online atau operator jasa keuangan. Sedikitnya 60% responden mengatakan mereka akan lebih memilih perusahaan yang menawarkan langkah-langkah keamanan tambahan untuk melindungi data keuangan.
Sementara 75% responden yang mengikuti survei berharap bank, sistem pembayaran online dan toko online dapat melindungi komputer dan perangkat mobile mereka dari penipuan keuangan yang mungkin terjadi. Pada saat yang sama, banyak pengguna menyadari bahwa mereka perlu menerapkan langkah-langkah keamanan mereka sendiri di samping perlindungan yang ditawarkan oleh penyedia layanan belanja online.
Sekitar 20% dari pengguna melimpahkan tanggung jawab penuh atas keamanan transaksi keuangan di pihak bank dan 15% percaya bahwa mereka sendiri dapat bertanggung jawab dengan keamanan transaksi. Sebanyak 60% responden merasa tanggung jawab keamanan seharusnya juga dibenani ke pihak pengguna dan bank.
Hasil riset ini menunjukkan bahwa pengguna internet memiliki ketertarikan tinggi untuk melakukan transaksi belanja online dengan syarat jaminan keamanan informasi untuk mencegah penipuan.
" Banyak pengguna internet merasa lebih aman dengan membayar tunai atau menggunakan kartu ATM langsung di meja kasir, daripada beli online dengan komputer atau perangkat mobile, dan keengganan ini menghambat perkembangan pasar pembayaran online. Untuk mendorong orang untuk mulai menggunakan layanan pembayaran elektronik lebih aktif makan bank, toko online dan sistem e-pay perlu meyakinkan pengguna bahwa mereka aman dari penipuan siber," ucap Ross Hogan, Kepala Divisi Pencegahan Penipuan di Kaspersky Lab dalam keterangan resmi yang diterima Dream, Kamis 21 Agustus 2014.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya