Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah Dubai akan membuat kelas baru untuk tingkatan investor di Dubai International Financial Centre (DIFC) dengan peraturan yang longgar dan biaya yang rendah. Dengan adanya aturan baru itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi guna melanjutkan pembangunan yang berjalan pesar di negara itu dalam beberapa dekade terakhir.
DIFC telah mengalami kemajuan pesat sejak dijadikan zona bebas keuangan pada tahun 2004 dan menjadi pusat perbankan di Timur Tengah. Jumlah perusahaan yang terdaftar beroperasi di sana melonjak dari tumbuh hanya 14% menjadi 1.039% pada tahun lalu.
Namun, DIFC belum mampu bersaing dengan negara bebas pajak lainnya seperti Luxemburg, Dublin dan Cayman Island sebagai pengumpul dana terbesar di dunia. Hanya sekitar 9% investasi yang telah masuk di DIFC sejak pembebasan aturan keuangan ini diperkenalkan pada tahun 2010.
Hal ini karena Dubai memiliki sedikit sumber daya manusia di bidang seperti pengacara keuangan, kustodian, dan profesional lain yang terkait persyaratan peraturan.
Berdasarkan berita Arabian Business yang dikutip, Rabu, 20 Agustus 2014, aturan baru dari Dubai Financial Services Authority (DFSA) akan mulai berlaku pada Kamis besok. Dengan aturan baru ini, investor besar akan mendapatkan kemudahan berinvestasi dengan biaya yang rendah.
Investor yang bisa masuk dengan fasilitas ini hanya untuk proyek swasta dan hanya terdiri dari 50 investor. Minimal investasi sebesar US$ 500 ribu. Awalnya DFSA mengusulkan minimal investasi tersebut sebesar US$ 1 juta. Keuntungan aturan ini adalah investor tidak perlu menyampaikan laporan operasional mereka, hanya perlu laporan tahunan. Selain itu, mendapatkan pembebasan batasan dalam berinvestasi.
Dubai diperkirakan dapar mengambil investasi besar dari Eropa. Pengamat menilai Dubai memiliki potensi investasi jangka panjang melalui pengelolaan minyak, serta negara tersebut juga memiliki kedekatan dengan pasar negara berkembang, seperti India. Aturan baru ini akan menarik investor terutama perusahaan keluarga yang berniat menanamkan kekayaannya di negara Timur Tengah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya