Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Kurang Bertenaga di Awal Perdagangan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 20 Agustus 2014 09:50
Indeks Syariah Kurang Bertenaga di Awal Perdagangan
Pelemahan indeks saham syariah terjadi ditengah IHSG yang menguat tipis di awal sesi perdagangan.

Dream - Pasar modal Indonesia masih terus melanjutkan penguatannya meski mulai sedikit kurang bertenaga. Kondisi pasar yang minim sentimen membuat pelaku pasar menahan diri melakukan pembelian di tengah kondisi jenuh beli.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu 20 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,42 poin atau 0,05 persen ke level 5.167,59. Indeks masih terus melaju di sesi pembukaan dengan menguat lebih baik sebesar 7,76 poin atau 0,15 persen menjadi 5.173,34.

Penguatan minim IHSG kali ini didorong oleh naiknya harga saham 73 emiten di tengah koreksi 30 saham lainnya. Frekuensi di awal perdagangan ini masih cukup rendah yaitu sekitar 3.159 kali dengan volume perdagangan 110,36 juta saham bernilai Rp 115 miliar.

Dua indeks sektor saham tercatat melemah di sesi pagi masing-masing emiten pertanian sebesar 0,12 persen dan konstruksi 0,3 persen.

Investor asing yang kemarin melakukan aksi jual di awal sesi, kini mulai kembali mengoleksi saham BEI. Nett buy asing pagi ini mencapai Rp 6 miliar.

Jika IHSG menguat tipis, tidak hal demikian dengan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Indeks berisi lebih dari 300 saham syariah ini dibuka melemah tipis ke level 170,12 dari sesi penutupan kemarin di 170.17.

Hingga saat ini indeks ISSI telah melaju di zona hijau dengan menguat 0,47 poin (0,27%) ke level 170,64. Sebanyak 86 emiten ISSI bergerak di zona hijau sementara 35 lainnya melemah.

Sebanyak 5,34 juta saham telah diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 398,15 miliar.

Pelemahan laju indeks juga disaham acuan bursa saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII melemah ke level 701,27 pada sesi pra pembukaan.

Beruntung, melaju bursa saham Indonesia ke zona positif ikut membawa JII menguat. Indeks JII tercatat telah menguat 2,19 poin (0,31%) ke level 703,56.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam diharapkan bisa menjaga sentimen positif di bursa kawasan Asia pada perdagangan hari ini.

Sentimen positif dari bursa regional tersebut, diharapkan juga turut menjaga sentimen perdagangan di lantai BEI menjelang pengumuman sengketa pemilu presiden yang akan dilakukan oleh Mahkamah Konstruksi (MK) besok.

Dari perdagangan kemarin, saham-saham sektor farmasi dan sektor perkebunan terlihat mengakhiri trend turun yang sudah berlangsung, dengan mengalami penembusan resisten.

" Untuk saham sektor farmasi, sepertinya masih terlihat menarik karena jika Rupiah menguat pasca pengumuman MK, sektor ini bakal menikmati keuntungan," katanya.

Ditambahkannya, pemodal sebaiknya tetap berhati-hati terhadap sektor perkebunan mengingat trend turun pada harga CPO terlihat masih berlanjut.

Beri Komentar