Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Pasar modal Indonesia masih terus melanjutkan penguatannya meski mulai sedikit kurang bertenaga. Kondisi pasar yang minim sentimen membuat pelaku pasar menahan diri melakukan pembelian di tengah kondisi jenuh beli.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu 20 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,42 poin atau 0,05 persen ke level 5.167,59. Indeks masih terus melaju di sesi pembukaan dengan menguat lebih baik sebesar 7,76 poin atau 0,15 persen menjadi 5.173,34.
Penguatan minim IHSG kali ini didorong oleh naiknya harga saham 73 emiten di tengah koreksi 30 saham lainnya. Frekuensi di awal perdagangan ini masih cukup rendah yaitu sekitar 3.159 kali dengan volume perdagangan 110,36 juta saham bernilai Rp 115 miliar.
Dua indeks sektor saham tercatat melemah di sesi pagi masing-masing emiten pertanian sebesar 0,12 persen dan konstruksi 0,3 persen.
Investor asing yang kemarin melakukan aksi jual di awal sesi, kini mulai kembali mengoleksi saham BEI. Nett buy asing pagi ini mencapai Rp 6 miliar.
Jika IHSG menguat tipis, tidak hal demikian dengan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Indeks berisi lebih dari 300 saham syariah ini dibuka melemah tipis ke level 170,12 dari sesi penutupan kemarin di 170.17.
Hingga saat ini indeks ISSI telah melaju di zona hijau dengan menguat 0,47 poin (0,27%) ke level 170,64. Sebanyak 86 emiten ISSI bergerak di zona hijau sementara 35 lainnya melemah.
Sebanyak 5,34 juta saham telah diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp 398,15 miliar.
Pelemahan laju indeks juga disaham acuan bursa saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII melemah ke level 701,27 pada sesi pra pembukaan.
Beruntung, melaju bursa saham Indonesia ke zona positif ikut membawa JII menguat. Indeks JII tercatat telah menguat 2,19 poin (0,31%) ke level 703,56.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan Indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam diharapkan bisa menjaga sentimen positif di bursa kawasan Asia pada perdagangan hari ini.
Sentimen positif dari bursa regional tersebut, diharapkan juga turut menjaga sentimen perdagangan di lantai BEI menjelang pengumuman sengketa pemilu presiden yang akan dilakukan oleh Mahkamah Konstruksi (MK) besok.
Dari perdagangan kemarin, saham-saham sektor farmasi dan sektor perkebunan terlihat mengakhiri trend turun yang sudah berlangsung, dengan mengalami penembusan resisten.
" Untuk saham sektor farmasi, sepertinya masih terlihat menarik karena jika Rupiah menguat pasca pengumuman MK, sektor ini bakal menikmati keuntungan," katanya.
Ditambahkannya, pemodal sebaiknya tetap berhati-hati terhadap sektor perkebunan mengingat trend turun pada harga CPO terlihat masih berlanjut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya