Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Penguatan Indeks Syariah Tertahan Aksi Jual Asing

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 19 Agustus 2014 16:39
Penguatan Indeks Syariah Tertahan Aksi Jual Asing
Dua indeks saham syariah di BEI, ISSI dan JII, bergerak menguat namun dengan kenaikan tipis.

Dream - Penguatan indeks bursa saham nasional sedikit tertahan usai aksi jual investor asing. Kondisi psikologis pasar sebetulnya disokong sentimen positif setelah tekanan dari luar negeri perlahan mulai berkurang.

Pemodal asing tercatat melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 400 miliar. Total transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi penutupan tercatat Rp 5,62 triliun.

Pada penutupan perdagangan BEI, Selasa, 19 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 8,41 poin (0,16%) ke level 5.165,16. Tercatat sebanyak 162 emiten bergerak menguat dan 146 lainnya melemah.

IHSG sempat tertekan setelah menyentuh zona merah dengan level terendah di 5.160,15. Sementara posisi tertinggi yang berhasil diraih IHSG berada di level 5.178,32.

Tertahannya penguatan indeks saham juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII). Kedua indeks saham syariah ini menutup perdagangan di zona hijau.

Indeks ISSI tercatat menguat 0,08 poin (0,05%) ke level 170,17. Penguatan indeks syariah ini dipicu naiknya harga saham dari 105 emiten meski 84 lainnya menahan laju penguatan ke level lebih tinggi.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,97 triliun dengan saham beralihtangan sebanyak 49,32 miliar.

Sama seperti IHSG, indeks ISSI sempat juga masuk zona merah setelah melemah ke level terendah 169,98.

Sementara itu, indeks saham bluechips syariah, JII, bergerak menguat 1,1 poin (0,15%) ke level 701,36.

Indeks JII yang sempat melemah ke level terendah 700,73, menutup perdagangan dengan komposisi 15 saham bluechips bergerak menghijau dan 13 lainnya melemah.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 69.704 kali dengan saham beralihtangan sebanyak 6,67 miliar senilai Rp 2,16 triliun.

Di hari kedua pekan ini, tiga sektor bisnis emiten menjadi pendorong kenaikan indeks saham. Emiten perkebunan tercatat menguat 1,17 persen, diikuti manufaktur 0,86 persen, dan konstruksi 0,49 persen.

Dari kawasan regional, data etrading mencatat sebagian besar indeks saham bergerak di zona hijau. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong tercatat menguat 0,83 persen dan 0,67 persen.

Penguatan di pasar modal ini sayangnya tak diikuti kurs rupiah di pasar keuangan. Rupiah sore ini tercatat melemah 0,06 persen menjadi 11.679 per dolar AS.

Beri Komentar