Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Uang Kertas Baru Pecahan Rp 100.000 Tahun Emisi 2014 (sumber: Http://www.kemenkeu.go.id)
Dream - Masyarakat Indonesia yang tengah menanti uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebentar lagi bisa memegang uang baru itu. Bank Indonesia (BI) mengaku telah mengimbau perbankan untuk menarik uang pecahan Rp 100 ribu, yang tidak layak edar dan menggantinya dengan pecahan Rp 100 ribu NKRI tahun emisi 2014.
Direktur Eksekutif Pengelolaan Uang Lambok A Siahaan menyatakan, sejak 17 Agustus 2014, BI telah menyalurkan uang NKRI ke Kantor Perwakilan Wilayah Dalam Negeri (KPWDN) di seluruh Indonesia. Artinya, mulai hari ini, masyarakat bisa melakukan penarikan uang desain baru tersebut.
" Kami sudah salurkan ke seluruh KPWDN dengan jumlah sesuai kebutuhan KPWDN," ujar Lambok saat ditemui dalam peluncuran mata uang NKRI pecahan Rp 100 ribu di Gedung BI, Jakarta, Senin, 18 Agustus 2014.
Lambok menyatakan BI juga telah menyediakan kas terbatas untuk melayani pertukaran uang baru. Sementara, untuk ketersediaan uang desain baru ini di ATM, Lambok mengaku tengah dipersiapkan pihak bank.
" Jadi di bank sudah bisa melakukan penarikan dan mereka masih perlu waktu untuk menyediakan uang tersebut di ATM," jelas Lambok.
Pemerintah telah meluncurkan uang NKRI pecahan Rp 100 ribu pada tanggal 17 Agustus 2014. Untuk pecahan lain, BI akan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah.
" Kami akan bahas dengan Kemenkeu, ini akan kontinyu, tapi bagaimananya belum ada pembahasan. Yang jelas kita pastikan kebutuhan dan keamanan masyarakat terpenuhi," tandas Lambok. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya