Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Meredanya sentimen negatif dari kawasan global membawa bursa saham nasional terus bergerak positif. Penguatan ini ditopang aksi beli pemodal asing yang membukukan nett buy Rp 57 miliar di awal perdagangan.
Pada pra pembukaan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 14,80 poin atau 0,29 persen ke level 5.171,55.
Penguatan indeks terus berlanjut hingga sesi pembukaan dimana IHSG kembali menguat 21,23 poin (0,41%) ke level 5.177,98.
Total frekuensi perdagangan saham di pembukaan perdagangan ini mencapai 256,22 juta saham dengan transaksi harian menembus Rp 270 miliar.
Meredanya tekanan sentimen negatif luar negeri serta aksi beli pemodal juga berdampak positif pada indeks saham syariah d BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 170,46. Hingga perdagangan pukul 10.00 WIB, indeks ISSI masih terus berada di zona hijau dengan naik 0,42 poin (0,24%) ke level 170,51.
Sepanjang satu jam perdagangan, sebanyak 9,14 miliar saham telah diperdagangan di BEI dengan nilai mencapai Rp 786,95 juta. Sebanyak 103 emiten syariah bergerak di zona hijau sementara 47 lainnya masih mengalami koreksi.
Penguatan signifikan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melaju ke level 704,64 pada sesi pembukaan.
Saat ini, indeks JII tercatat masih menguat 1,99 poin (0,28%) ke level 704,47. Indeks masih terus bergerak di zona hijau sepanjang satu jam perdagangan.
Tercatat sebanyak 21 emiten bluechips syariah bergerak di zona hijau sementara 6 lainnya melemah.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo memperkirakan sentimen positif dari bursa regional ini bakal memberikan dorongan bagi IHSG untuk bergerak naik. IHSG bahkan kembali menguji kisaran resisten di 5165-5180.
" Penutupan diatas resisten tersebut bakal membuka potensi penguatan hingga kisaran 5250 - 5300," katanya.
Satrio menilai, data-data ekonomi dalam negeri yang negatif dalam beberapa hari terakhir tidak membuat IHSG terkoreksi dalam. IHSG tetap bersusah payah untuk bertahan diatas kisaran suport 5135 - 5150.
Namun minimnya aksi beli dari pemodal asing, tetap membuat IHSG sulit untuk berkembang, menembus kisaran resisten di 5165 - 5180. Posisi-posisi spekulatif pada saham-saham konstruksi, batubara, perbankan dan semen menarik untuk dilakukan di tengah sentimen regional ini. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya