Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kondisi Global Aman, Indeks Syariah Melaju Nyaman

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 19 Agustus 2014 10:12
Kondisi Global Aman, Indeks Syariah Melaju Nyaman
Data-data ekonomi dalam negeri yang negatif dalam beberapa hari terakhir tidak membuat IHSG terkoreksi dalam.

Dream - Meredanya sentimen negatif dari kawasan global membawa bursa saham nasional terus bergerak positif. Penguatan ini ditopang aksi beli pemodal asing yang membukukan nett buy Rp 57 miliar di awal perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 14,80 poin atau 0,29 persen ke level 5.171,55.

Penguatan indeks terus berlanjut hingga sesi pembukaan dimana IHSG kembali menguat 21,23 poin (0,41%) ke level 5.177,98.

Total frekuensi perdagangan saham di pembukaan perdagangan ini mencapai 256,22 juta saham dengan transaksi harian menembus Rp 270 miliar.

Meredanya tekanan sentimen negatif luar negeri serta aksi beli pemodal juga berdampak positif pada indeks saham syariah d BEI.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 170,46. Hingga perdagangan pukul 10.00 WIB, indeks ISSI masih terus berada di zona hijau dengan naik 0,42 poin (0,24%) ke level 170,51.

Sepanjang satu jam perdagangan, sebanyak 9,14 miliar saham telah diperdagangan di BEI dengan nilai mencapai Rp 786,95 juta. Sebanyak 103 emiten syariah bergerak di zona hijau sementara 47 lainnya masih mengalami koreksi.

Penguatan signifikan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melaju ke level 704,64 pada sesi pembukaan.

Saat ini, indeks JII tercatat masih menguat 1,99 poin (0,28%) ke level 704,47. Indeks masih terus bergerak di zona hijau sepanjang satu jam perdagangan.

Tercatat sebanyak 21 emiten bluechips syariah bergerak di zona hijau sementara 6 lainnya melemah.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo memperkirakan sentimen positif dari bursa regional ini bakal memberikan dorongan bagi IHSG untuk bergerak naik. IHSG bahkan kembali menguji kisaran resisten di 5165-5180.

" Penutupan diatas resisten tersebut bakal membuka potensi penguatan hingga kisaran 5250 - 5300," katanya.

Satrio menilai, data-data ekonomi dalam negeri yang negatif dalam beberapa hari terakhir tidak membuat IHSG terkoreksi dalam. IHSG tetap bersusah payah untuk bertahan diatas kisaran suport 5135 - 5150.

Namun minimnya aksi beli dari pemodal asing, tetap membuat IHSG sulit untuk berkembang, menembus kisaran resisten di 5165 - 5180. Posisi-posisi spekulatif pada saham-saham konstruksi, batubara, perbankan dan semen menarik untuk dilakukan di tengah sentimen regional ini. (ism)

Beri Komentar