Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Portal properti global Lamudi mencatat beberapa kesalahan yang terjadi dalam bisnis properti online. Begitu banyak daftar properti baru yang muncul di internet membuat Anda selaku agen properti perlu berpikir keras agar menonjol dari pesaing Anda.
Salah satu caranya dengan mengindentifikasi beberapa kesalahan yang sering dilakukan para agen properti. Lamudi melihat ada sekitar 5 kesalahan yang sering dilakukan agen properti. Berikut kesalahan tersebut yang dikutip dari Arab News, Senin, 18 Agustus 2014:
1. Tidak memiliki atau hanya sedikit memiliki foto properti yang dijual. Sebagai agen properti yang memasarkan properti melalui online, sangat membutuhkan daftar yang menarik pembaca. Caranya, dengan menampilkan foto yang bagus dan lengkap yang menggambarkan setiap sudut properti tersebut.
2. Ketidakmampuan berbahasa yang baik. Bahasa memiliki peran penting dalam memasarkan real estate. Jadi pastikan Anda memeriksa penggunaan bahasa Anda sebelum memasukkannya ke dalam daftar penjualan properti. Deskripsikan properti dengan cara persuasif tanpa membuat pembeli bertanya-tanya.
3. Tidak memberikan penjelasan yang lengkap, termasuk penggambaran mengenai lingkungan sekitar. Banyak agen properti hanya menggambarkan kondisi properti tanpa menjelaskan keadaan lingkungannnya. Jika agen menyebutkan keadaan lingkungan ini maka akan menarik pemburu properti.
4. Tidak mencantumkan kelebihan properti yang dijual. Banyak agen yang meremehkan kelebihan rumah dalam deskripsi properti yang akan dijualnya. Padahal, hemat energi karena cahaya yang masuk ke dalam rumah cukup, atau rumah mampu menahan dingin di musim dingin merupakan daya tarik untuk pembeli.
5. Tidak menyediakan manfaat tambahan. Agen properti tidak memberikan tambahan manfaat seperti pemberian asuransi atau alat keamanan rumah. Jika mereka mampu menyediakan manfaat tambahan ini maka properti yang dijualnya memiliki nilai tambah dibandingkan properti yang dijual pesaingnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya