Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ketatnya persaingan di dunia bisnis membuat pebisnis memutar otak mencari cara untuk menaikkan omzet atau pendapatan. Saat ini menurut Director of Ice Cream, Media and Consumer Market Insight PT Unilever Indonesia, Tbk, Ira Novianti pertumbuhan pasar Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia sedang melambat khususnya di sektor industri es krim.
Namun di tengah kelambatan itu produk premium chocolate ice cream produksi Unilever Indonesia, Magnum masih berhasil memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan. Keberhasilan itu pun sudah pasti memiliki strategi jitu, Ira pun bersedia berbagi cara untuk dijadikan masukan bagi pebisnis es krim yang lainnya.
" Saat ini pertumbuhan industri es krim di Indonesia sedang melambat faktornya karena pengeluaran transportasi dan lain-lainnya semakin banyak. Tetapi pebisnis es krim tak perlu khawatir, apalagi yang masih pemula. Caranya itu sederhana sebenarnya," ujar Ira saat ditemui usai Launching Magnum Black and Pink di Hotel Kempinski, Jakarta, akhir pekan lalu.
Cara sederhana tersebut menurut Ira ada tiga yaitu relevan, inovasi dan ketersediannya produk. " Jadi yang terpenting itu produk bersifat relevan, dan selalu berinovasi jangan berhenti berusaha, kemudian adanya barang sehingga konsumen saat mencari barang itu selalu ada tidak mengalami kesulitan. Korelasikan ketiganya saat berbisnis semoga bisa menaikkan jumlah penghasilan bisnis yang dijalankan," saran Ira.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya