Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah
Dream - Salah satu pemimpin negara terkaya, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam dilaporkan sebagai calon pembeli pontesial Plaza Hotel di New York dan Grosvenor House di London. Kabar ini muncul hanya beberapa bulan setelah hotelnya di AS dan Inggris diboikot akibat pemberlakan hukum pidana syariah di negaranya.
Taipan India Subrata Roy, bulan ini berencana melego dua properti dan sebuah hotel mewah lainnya di New York. Jika terealisasi, dia akan mendapatkan dana US$ 1,6 miliar untuk jaminan obligasi yang akan membawanya keluar Tihar, sebuah kompleks penjara yang luas di New Delhi, India.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah adalah salah satu profil terkenal yang melakukan penawaran untuk properti tersebut.
Sultan sudah memiliki sejumlah hotel di AS dan London. Sayang, awal tahun ini Sultan Brunei harus menghadapi kecaman para selebriti dan tokoh terkenal lainnya, karena mengenalkan hukum Islam baru yang kontroversial.
Pada bulan April, Brunei menjadi negara Asia Timur pertama yang memperkenalkan hukum pidana Islam. Berdasarkan peraturan baru, lebih dari 400 ribu penduduk negara yang didominasi oleh Muslim Melayu itu menghadapi pengadilan Islam. Termasuk di dalamnya denda atau hukuman penjara untuk pelanggaran seperti kehamilan di luar nikah, tidak melakukan salat Jumat, dan menyebarkan agama-agama lain.
Sebagai hasil dari langkah tersebut, beberapa selebriti dan tokoh-tokoh bisnis telah memboikot hotel yang dimiliki oleh jaringan hotel Dorchester Collection, yang meliputi Beverly Hills Hotel dan Hotel Bel-Air di California.
Pada bulan Mei, Dewan Kota Beverly Hills juga menyerukan Sultan untuk melepaskan kepemilikan dari kelompok hotel dan properti lainnya di wilayah itu.
Mengatasi dampak yang sedang berlangsung, Dorchester Collection CEO Christopher Cowdray mengatakan, " Sementara kami mengakui keprihatinan masyarakat, kami percaya boikot ini tidak boleh diarahkan ke hotel kami. Dampak ekonomi ini tidak hanya mempengaruhi anggota tim kami yang setia tetapi meluas ke masyarakat setempat, mitra kami dan para pemasok."
Laporan tawaran terbaru Hassanal Bolkiah untuk memperluas portofolionya di dunia perhotelan mendapat tantangan dari berbagai pihak. " Aliran laba dari AS yang mengalir dari hotel ke rezim Sultan Brunei perlu dihentikan," kata Ty Cobb dari Hak Asasi Manusia kepada New York Daily News. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya