Halimah Yacob, dari Gerobak Nasi Padang Menuju Podium Presiden

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 13 September 2017 11:02
Halimah Yacob, dari Gerobak Nasi Padang Menuju Podium Presiden
Halimah mencatatkan sejarah sebagai Muslimah pertama yang menjadi Presiden Singapura.

Dream - Singapura akan mengalami suksesi kepemimpinan. Halimah Yacob, mantan Ketua Parlemen itu resmi menjabat sebagai Presiden Singapura.

Dia dinyatakan sebagai satu-satunya kandidat yang layak menduduki posisi terhormat itu.

Dua kandidat kontestasi Pilpres Singapura lainnya, Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan dinyatakan tidak memenuhi syarat Sertifikasi Kelayakan oleh Electoral Department (ELD) Singapura, semacam Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Indonesia.

Halimah juga akan mencatatkan sejarah bagi Singapura. Dia adalah Muslimah pertama yang menjabat sebagai Presiden di negara yang tidak lebih luas dari Jakarta itu.

Halimah bukanlah sosok wanita manja. Dia sudah ditempa pengalaman hidup yang keras sejak lahir.

Bagi orang Indonesia, sosok Halimah punya kesan tersendiri. Siapa Halimah, apakah masih keturunan Indonesia? 

(ism) 

1 dari 3 halaman

Berkah Nasi Padang

Dream - Ayahnya, yang merupakan pria keturunan India, meninggal saat Halimah masih berusia delapan tahun. Alhasil, ibunya yang merupakan orang Melayu harus membesarkan dia dan keempat saudara sendirian.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, sang ibu berjualan nasi Padang menggunakan gerobak dorong. Halimah selalu membantu ibunya berjualan.

Dia harus bangun pagi sebelum matahari terbit untuk membantu ibunya belanja dan memasak barang dagangan. Setelah itu, dia harus pergi ke sekolah.

Wajar saja jika Halimah kecil dikenal sebagai tukang tidur di kelas dan sering tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR). Bukan karena malas, tetapi harus bekerja keras membantu ibunya. (ism) 

2 dari 3 halaman

Sempat Jadi Tukang Bolos Sekolah

Dream - Akhir 1960, Halimah menjadi pelajar di Sekolah Perempuan Tanjong Katong. Di sela-sela aktivitas belajarnya, Halimah tetap membantu sang ibu berjualan, yang kebetulan sudah memiliki kios tetap.

Tetapi, karena saking sibuknya membantu sang ibu, Halimah kerap membolos sekolah. Dia pun sampai ditegur oleh kepala sekolah, dan sempat mendapat ancaman untuk dikeluarkan.

Takut pada ancaman itu, Halimah memutuskan untuk segera lulus sekolah dan mendapat pekerjaan. Dengan begitu, dia bisa membantu ekonomi keluarga.

Halimah juga satu-satunya orang di keluarganya yang meneruskan pendidikan ke universitas. Dia lulus dari Universitas Singapura bergelar Sarjana Hukum pada 1978 dan mulai bekerja sebagai petugas bagian hukum pada National Trades Union Congress (NTUC).

Dua tahun setelah lulus, dia menikah dengan kekasihnya saat masih kuliah, Mohammed Abdullah Alhabshee. Suaminya adalah pengusaha dan pernikahan mereka dikaruniai lima orang anak. (ism) 

3 dari 3 halaman

Karir Cemerlang

Dream - Di NTUC, Halimah bekerja di pelayanan hukum dan sekretariat pembangunan wanita. Dia juga menjadi wanita Singapura pertama yang berkiprah di Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) pada 1999 hingga 2011.

Pada 2001, Halimah mendapatkan gelar Magister Hukum dari National University of Singapore (NUS). Karier politiknya dimulai di tahun yang sama karena terpilih sebagai anggota parlemen di Jurong.

Halimah juga sempat menjadi Sekjen NTUC mulai 1999 hingga 2007. Dia lalu menempati jabatan sebagai Wakil Sekjen NTUC pada 2007 hingga 2011.

Di tahun 2011, Halimah memutuskan undur diri dari jabatan di NTUC. Dia lalu diangkat sebagai Menteri Luar Negeri merangkap Menteri Pembangunan Komunikasi dan Menteri Pemuda dan Olahraga tahun 2011-2012. Dia kemudian dipercaya menduduki posisi Menteri Sosial dan Keluarga hingga 2013.

Setelah itu, Halimah ditunjuk sebagai juru bicara Parlemen pada usia 58 tahun. Dia adalah wanita pertama yang memegang jabatan itu.

Dalam sebuah wawancara, Halimah mengakui kesuksesan kariernya tidak terlepas dari peran suami, ibu dan keluarganya. Dia menyebut sang ibu sebagai pahlawan dalam hidupnya.

(ism, Sumber: The Straits Times | Channel News Asia)

Beri Komentar