Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gelas Plastik (sumber: Http://www.tjskl.org.cn)
Dream - Penduduk kota kosmopolitan, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) tengah resah. Beberapa waktu lalu jejaring sosial negara tersebut disibukan dengan kabar gelas plastik yang mengandung bahan pemicu kanker.
Menghadapi kegelisahan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Air (MOEW) UEA pun turun tangan. Dari hasil penelitianya, diketahui jika informasi gelas plastik berbahaya yang tersebar di situs jejaring sosial tidak terbukti. MOEW mengatakan kabar tersebut sebagai berita yang tak berdasar.
" Semua bahan yang diproduksi secara lokal dan impor yang digunakan untuk kemasan, pembungkus, penutup dan penyiap makanan. Termasuk dari bahan plastik, kaca, logam, keramik, kayu, karton dan kertas telah melalui uji kelayakan yang ketat sebelum mereka diizinkan untuk digunakan," kata Asisten Wakil Urusan Pertanian dan Peternakan di MOEW dan Ketua Komite Nasional Keamanan Pangan, Saif al-Shara, seperti dikutip Dream dari laman Zawya, Rabu, 20 Agustus 2014.
Saif menjelaskan, bahan plastik yang digunakan sebagai gelas minum telah memenuhi standar mutu UEA tahun 2012 dan peraturan perundang-undangan Uni Eropa tahun 2014. Selain itu, uji kelayakan juga akan memastikan bahan-bahan itu memenuhi tuntutan keamanan makanan dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Sesuai dengan peraturan, sampel dari semua bahan yang diimpor untuk digunakan dalam industri makanan lokal harus diuji di laboratorium yang memiliki standar mutu ISO 17025 (atau setara). Hasil uji kelayakan tersebut juga harus disetujui oleh kedutaan UEA di negara asal bahan baku untuk memastikan bahwa tidak ada bahan kimia akan dilepaskan ke dalam makanan.
Dia juga menegaskan bahwa pihak berwenang di UEA terus berupaya untuk meningkatkan keamanan makanan ke level yang lebih tinggi. Bahwa UEA terus berusaha menjadi pusat perdagangan pangan dunia dan menjaga penuh kepercayaan dari semua konsumen, apakah mereka warga UEA atau wisatawan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya