Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Asyik, Dapat Bonus Akhir Tahun! (Shutterstock)
Dream – Jelang akhir tahun ada ritual yang selalu jadi tanda tanya pegawai sejumlah perusahaan. Manajemen biasanya mulai membahas tentang ada tidaknya pemberian bonus atau kenaikan gaji.
Meski kerap dicairkan antara Maret sampai Juni, namun isu soal bonus atau kenaikan gaji sudah mulai ramai diperbincangkan di akhir tahun.
Nah, kalau kamu sudah mendengar akan ada bonus karena target perusahaan telah terlampaui, selamat ya. Sekarang waktunya untuk memikirkan alokasi tambahan pemasukan itu.
Meskipun dapat bonus tahunan, kamu tidak bisa menghamburkannya begitu saja. Lantas, harus bagaimana?
Dikutip dari Business Insider, Senin 10 Desember 2018, Kepala Perencana Keuangan sekaligus Cofounder Your Richest Life--konsultan perencana keuangan, Katie Brewer, menyarankan untuk tidak memasukkan bonus kepada rencana keuangan untuk liburan. Itu pun juga kamuau mengambil liburan di akhir tahun.
Brewer menyarankan kamu untuk mengalokasikan bonus ke dua sektor. Sektor yang dimaksud adalah " uang keras" dan uang untuk bersenang-senang.
Dia mengatakan 80 persen uang bonus bisa dialokasikan ke " uang keras" , seperti tabungan, bayar utang, dan dana pensiun.
Sedangkan uang bersenang-senang disarankan mendapat jatah 20 persen. Uang ini bisa kamu gunakan untuk bersenang-senang, misalnya nonton bioskop.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya