Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tahun Depan, Banyak Perusahaan Mempertahankan Karyawannya. (Foto: Shutterstock)
Dream – Hal paling ditakuti pegawai adalah ancaman terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Jika langsung mendapatkan pekerjaan pengganti, tentu itu melegakan. Tapi kalau susah berumur, tentu peluang diterima di kantor baru akan menjadi lebih sulit.
Menghadapi tahun 2019, biasanya para pegawai resah menanti nasib di perusahannya. Ada pula yang menanti-nanti kabar ada tidaknya kenaikan gaji atau bonus. Tapi adakah yang berpikir nasib status pekerjannya di perusahaan?
Konsultan karier, Mercer, belum lama ini mengeluarkan laporan terbaru berjudul Compensation Planning 2019. Selain soal gaji dan bonus, studi itu juga menggambarkan rencana sejumlah perusahaan menghadapi tahun 2019. Dan ada sedikit kabar baik buat kamu.
Studi itu menyebutkan jika lebih dari sepertiga perusahaan yang disurvei berencana menambah karyawan. Kabar buruknya masih ada 8 persen perusahaan yang berencana memangkas jumlah pekerja.
Sekadar informasi, survei ini diikuti oleh 34.800 perusahaan di 130 negara dan 8 ribu pekerjaan lintas industri, mulai dari eksekutif sampai para profesional.
" Walaupun ada beberapa perbedaan di Asia Pasifik, tren perekrutan karyawan secara keseluruhan positif, di mana 66 persen perusahaan akan mempertahankan jumlah karyawan," kata Partner and Career Business Leader for International Regio Mercer, Puneet Swani, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu, 9 Desember 2018.
Dia mengatakan perusahan melakukan hal itu agar bisa memanfaatkan peluang diversifikasi dan pertumbuhan untuk menghadapi disrupsi.
Di beberapa negara - terutama Cina - para eksekutif mengalahkan rekan-rekan selevel mereka di Amerika Serikat dan Inggris, walaupun perbandingan tersebut akan berubah apabila insentif jangka panjang dan jaminan social negara-negara Eropa masuk perhitungan.
Studi ini menunjukan jika perusahaan harus mempertahankan karyawan laa karena terjadi kelangkaan tenaga kerja ahli. Kehadiran mereka tentu saja memegang peran penting dalam membentuk tren remunerasi.
sebanyak 48 persen perusahaan di Asia melaporkan kesulitan mengisi posisi kosong, dan 38 persen perusahaan kesulitan menemukan talenta yang tepat untuk mendukung ekspansi bisnis mereka.
Sebagai solusinya, mereka akan menawarkan gaji tinggi ditawarkan epada karyawan dengan posisi spesialis penjualan atau teknik, di samping karyawan dengan keahlian bahasa lokal.
Hal tersebut mencerminkan adanya tantangan dalam bentuk gaji yang lebih tinggi untuk karyawan baru, biaya perekrutan, dan penurunan produksi selama proses perekrutan, yang berdampak negatif terhadap biaya operasi dan margin.(Sah0
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya