Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Tak Hanya Dari Malaysia, Produk Makanan Halal Indonesia Juga Kalah Dari Brasil (Foto: Shutterstock)
Dream - Kepala Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, menyatakan industri halal di Indonesia, khususnya di sektor pangan, masih tertinggal dari Malaysia bahkan Brasil. Dia mencontohkan produk ayam Indonesia kalah dari dua negara tersebut.
Menurut Sapta, salah satu faktor penyebab ketertinggalan produk halal Indonesia itu adalah penerapan sertifikasi halal yang berbeda.
" Brasil sudah menerapkan supply chain dalam kapasitas besar dengan jangkauan yang jauh sampai ke Timur Tengah. Di Indonesia, masih kecil-kecil," ujar Sapta dalam Media Syariah Training CIMB Niaga Syariah di Bogor, Jumat 7 Desember 2018.

Sapta menjelaskan sertifikasi halal di Brasil diterapkan mulai dari tahap peternakan seperti pemberian pakan dan obat-obatan. Selain itu, halal juga diterapkan pada tahap pemotongan.
" Kalau di Indonesia, kita terlalu menganggap (pemotongan) gampang dan mengira pasti halal. Padahal kalau dilihat lebih rinci, belum tentu," kata dia.

Sementara Malaysia, kata Sapta, menerapkan sertifikasi halal hampir sama dengan Brasil. Bahkan, otoritas Malaysia sampai membuat regulasi yang mengharuskan produk ayam harus halal.
" Di Malaysia, ada regulasi ayam harus halal. Jaminannya dari supply chain, mulai pakan harus halal, lalu ke pemotongan, baru dijual," kata Sapta.
Selanjutnya, Sapta menerangkan keberhasilan sertifikasi halal ditentukan oleh dua faktor. Keduanya adalah regulasi yang tegas serta keberpihakan masyarakat sendiri.
" Di Indonesia, masyarakatnya cenderung cuek," kata dia.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang