Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Waduuh, Indeks Syariah Dan Rupiah Melemah Lagi.
Dream - Keraguan pelaku pasar terhadap penangguhan " gencatan senjata" AS-Tiongkok masih menjadi sentimen negatif bagi pasar modal syariah Indonesia. Sentimen buruk ini juga berdampak kepada rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Tekanan dari global itu tak bisa ditahan pelaku pasar yang belum kunjung mendapat angin positif dari dalam negeri.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 6 Desember 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali merosot 0,829 poin (0,46%) ke level 180,164. ISSI dibuka melemah di level 180,030.
Laju ISSI masih belum berubah dari perdagangan kemarin. ISSI yang mendekam seharian di zona merah, hany bisa sempat menebus level tertinggi di 181,225 dan terseret ke titik terendah di 179.454.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terpangkas 2,224 poin (0,33%) ke level 673,628. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 1,032 poin (0,46%) ke level 223,856.
IHSG terkoreksi 17,627 poin (0,29%) ke level 6.115,493.
Mayoritas saham sektoral melemah. Saham industri aneka tergerus paling dalam hingga 2,39 persen. Disusul pertanian yang melemah 1,32 persen dan properti 1,3 persen.
Penguatan indeks sektoral terjadi pada barang konsumsi yang naik 0,41 persen, industri dasar 0,25 persen, dan pertambangan 0,04 persen. Penguatan ini tak cukup kuat untuk menghadang laju pelemahan indeks syariah
Investor lebih suka bermain saham UNVR, MAPA, INTP, ITMG, dan PTBA. Kelima harga saham ini terangkat masing-masing Rp450, Rp300, Rp200, Rp200, dan Rp130.
Sebaliknya, harga saham UNTR merosot Rp800, MERK Rp300, SSCO Rp300, ASII Rp225, dan INDR Rp225.
Sentimen ini juga memukul rupiah. Pada pukul 16.13, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 101 poin (0,69%) ke level Rp14.503 per dolar AS.
Penguatan dolar AS terhadap rupiah ini tertinggi di kawasan regional.
Penguatan dolar terhadap won sebesar 7 poin (0,62%) ke level 1.120 won dan dolar AS terhadap dolar Singapura 0,371 poin (27,06%) ke level 1.371 dolar AS
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya