Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream – Era industri 4.0 tak lama lagi hadir. Agar bisa bertahan, generasi mileial harus mampu bersaing. Lantas bagaimana caranya bertahan di era industri 4.0?
Director Sales and Marketing PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK), Mutia Nandika, berbagi tips kepada generasi milenial agar bisa bersain, misalnya di sektor IT.
" Jadi saya rasa tantanganya untuk sektor IT ini bukan tidak ada talent yang apply tapi bagaimana kita bisa menemukan talent yang benar-benar inovatif, kreatif, serta agile inilah yang enggak gampang," kata Mutia di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 6 Desember 2018.
Menurut Mutia, generasi muda tak hanya memiliki keahlian, tetapi juga kesiapan mental terhadap permintaan bisnis. Dia menyarankan generasi muda lebih aktif dalam merespons perubahan yang semakin cepat dalam hitungan detik.
" Saya rasa ilmu saat ini tidak jadi melulu soal akademik saja, tapi ketika teman-teman yang sedang kuliah bisa mulai bisnis kecil-kecilan, bangun startup, atau coba bisnis apapun itu kenapa nggak dicoba? Dari situ kalian bakal ketemu orang-orang baru, investor, orang-orang yang setiap harinya tidak ditemui," kata dia.
Tak hanya itu, Mutia juga menekankan generasi milenial untuk cepat belajar tentang industri bisnis di luar. Dia mencontohkan dirinya sendiri yang pernah bekerja di Google Indonesia dan Microsoft, tapi tak punya latar belakang pendidikan IT.
“ Tentu butuh waktu bagi saya untuk belajar hal teknis seperti cloud system. Tapi saya pelajari supaya bisa serap ilmu," kata dia.
Memang, kata Mutia, belajar di luar latar belakangnya memerlukan upaya yang lebih. Tapi, bekerja keras diperlukan agar bisa bersaing.
" Jadi memang benar-benar harus ada extra effort, usaha lebih agar bisa bersaing,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya