Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
(Foto Ilustrasi: Shutterstock)
Dream – Pasar modal syariah di Indonesia terus berkembang setiap tahunnya. Ketua Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, (OJK), Hoesen berharap pelaku industri pasar keuangan ini tetap harus mewaspadai potensi tantangan di tahun-tahun mendatang.
“ Pada tahun 2018, industri pasar modal syariah terus berkembang,” kata Hoesen di Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.
Data OJK menunjukan Daftar Efek Syariah (DES) hingga per 23 November 2018 telah berisi 407 saham. Daftar ini berlaku per 1 Desember 2018.
“ Jumlah ini meningkat 6,5 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2017 yang sebanyak 382 saham,” kata dia.
Jumlah saham di daftar Indeks Saham Syariah Indonesia sebanyak 391 saham dan meningkat 7,1 persen secara year to date (YTD).
Sayangnya peningkatan ini tak bisa diikuti kapitalisasi pasar yang justru menurun 3,7 persen menjadi Rp3.567 triliun pada akhir November 2018.
Untuk produk keuangan syariah, OJK mencatat jumlah sukuk outstanding per 30 November 2018 tumbuh 36,7 persen YTD dengan nilai yang naik 45,2 persen. Saat ini, terdapat 108 sukuk korporat yang nilainya mencapai Rp22,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan outstanding pada tahun 2017 dengan jumlah 79 sukuk dan nilai Rp15,7 triliun.
Peningkatan juga terjadi pada instrument reksa dana syariah. Jumlah reksa dana syariah meningkat 21,4 persen YTD dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) meningkat 19,8 persen.
Sebanyak 221 reksa dana syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan NAB sebesar Rp33,9 triliun.
Peningkatan tersebut diharapkan terus dijaga salah satunya dengan mengantisipasi tantangan yang bisa menghadang. Menurut Hoesen, pasar modal syariah masih akan menghadapi tantangan dari domestik dan eksternal sepanjang 2018 dan menuju 2019.
Tantangan eksternal berupa rencana bank sentral Amerika Serikat yang menaikkan suku bunganya menjadi 2,25 persen dan faktor perang dagang. Sedangkan dari domestik, Indonesia menghadapi tantangan berupa defisit neraca transaksi berjalan.
Hoesen mengatakan perlu ada kerja sama untuk menghadapi tantangan itu. “ Diperlukan kerja sama antar berbagai stakeholders untuk mengeksplorasi instrumen-instrumen baru dan mengembangkan basis investor pasar modal syariah,” kata dia.
(Sah, Laporan: Ava Haprin)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
