Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemerintah Berencana Membangun 35 Unit Jembatan Di Trans Papua Segmen V. (Foto: Kementerian PUPR/ilustrasi Jalan Trans Papua)
Dream – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akhirnya memutuskan menghentikan sementara salah satu seksi protyek pembangunan jalan Trans Papua paska penembakan 31 pekerja PT Istaka Karya (Persero).
Ruas proyek infrastruktur yang disetop sementara itu adalah Trans Papua Segmen V yang meliputi ruas Wamena-Habema-Mugi-Kenyam-Batas Batu-Mumugu.
Sesuai rencana awal, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) semula ingin membangun Trans Papua Segmen V dengan membangun 35 unit jembatan. Pembangunan jembatan ini dilakukan dalam rentang 2016—2019.
“ (Tujuannya) untuk melengkapi prasarana jalan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di Jakarta, dikutip dari laman pu.go.id, Selasa 4 Desember 2018.
Total anggaran pembangunan proyek 35 jembatan ini mencapai Rp430,8 miliar. Rinciannya, 14 jembatan dikerjakan Istaka Karya dengan nilai proyek Rp184 miliar. Sebanyak 11 jembatan diketahui sedang digarap dan tiga sisanya dijadwalkan dimulai tahun depan.
Proyek pembangunan jembatan lain di proyek Trans Papua akan dibangun 21 jembatan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai proyek Rp246,8 miliar. Sisanya 5 jembatan yang sudah selesai (Jembatan Gat III, Gat II, Arwana, Merek, dan Wusi), 9 jembatan sedang digarap, misalnya, Kali Kotek, Kali Wolgilik, dan Kali Jun.
“ Sejak empat bulan yang lalu, (pembangunannya) dihentikan karena adanya korban atau gangguan keamanan yang serius,” kata Basuki.
Menurut Basuki pembangunan jembatan ini diperlukan agar pengguna jalan tak perlu lagi melintasi sungai.
“ Saat ini, progres pembangunan 35 jembatan tersebut sudah selesai 70 persen,” kata Basuki.
Basuki mengatakan pembangunan jembatan dan jalan telah dinanti oleh masyarakat setempat. Makanya, didukung masyarakat sekitar.
“ (Jalan dan jembatan) menjadi jalur terdekat dari Pelabuhan Mumugu dengan penduduk di kawasan Pegunungan Tengah,” kata dia.
Basuki menegaskan keberadaaan jalan ini sangat penting untuk mengurangi biaya logistik dan menurunkan tingkat kemahalan di Pegunungan Tengah, Papua.
“ Kami tegaskan kembali bahwa pembangunan ruas Wamena – Habema – Mugi - Kenyam – Batas Batu - Mumugu merupakan prioritas program dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagai implementasi visi Nawacita “ Membangun dari Pinggiran,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya