Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sistem ekonomi syariah terus melebarkan sayapnya ke negara di luar Islam. Kabar terbaru, perusahaan properti asal Brasil, Ritz-G5 lebih memilih skema kredit kepemilikan rumah syariah untuk proyek perumahan mewah Majestic Village di kawasan Natal.
Proyek Majestic Village merupakan produk investasi independen pertama yang didanai dan dipasarkan secara syariah. Sebelumnya, pendanaan syariah di Brasil selalu didominasi oleh bank-bank besar seperti Banco do Brasil SA.
" Setelah menjelajahi kemungkinan yang dimiliki negara ini selama dua tahun terakhir, penawaran ini menandai tonggak penting bagi investasi kami," kata Arun Rama, Managing Director Ritz Property Investment Asia Pte Ltd seperti dikutip Dream dari laman easier.com, Rabu, 18 Februari 2015.
Menurut Arun, pasar keuangan syariah di wilayah ini sangat kuat. Dengan kehadiran perusahaan di seluruh dunia, penawaran ini akan memungkinkan Ritz-G5 untuk memanfaatkan sumber dana yang jauh lebih besar.
Keuangan syariah saat ini memang telah menjadi magnet luar biasa di seluruh dunia. Produk-produk syariah telah terbukti tangguh bahkan di kala pasar mengalami guncangan.
Perkiraan lembaga pemeringkat Standard & Poor menunjukan industri keuangan syariah global bernilai sekitar US$ 1,8 triliun per 2014. Di masa depan, industri ini diperkirakan tumbuh US$ 3 triliun setiap tahunnya.
" Permintaan memang meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir. Produk syariah menciptakan portofolio yang unik bagi klien, yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan ekspansi pasar di Asia Tenggara dan Timur Tengah," kata Profesor Ashraf Mohd Hashim, CEO ISRA Consultancy.
Indikator Keuangan Pembangunan Syariah Thomson Reuters (IFDI), yang mengukur kondisi industri keuangan syariah global, mengukuhkan Malaysia sebagai pasar syariah terbesar di dunia dengan nilai US$ 166 miliar pada tahun 2013, diikuti oleh Arab Saudi (US$ 36,4 miliar), dan Uni Emirat Arab (US$ 24,1 miliar).
Didirikan di Brasil pada tahun 2008, Ritz Property adalah perusahaan pengembang dan investasi internasional terkemuka yang berkantor pusat di London dan memiliki cabang di Natal dan Singapura.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya