Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Dream - Maraknya sentimen positif yang berhembus membawa indeks saham syariah melaju kencang. Sayangnya, dua indeks saham acuan syariah belum sanggup mencetak rekor baru.
Usai sentimen turunnya suku bunga acuan BI rate menjadi 7,5 persen, pelaku pasar juga cukup terpacu dengan adanya kepastian kisruh pemilihan Kapolri baru.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 18 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpacu 1,160 poin (0,68%) ke level 172,860.
Banjir pemodal lokal ke lantai bursa sebetulnya sempat mendorong ISSI menyentuh rekor baru. ISSI sempat bertengger di level tertinggi 173,524, atau melampaui rekornya di 173,209 yang dicetak pada akhir pekan kemarin.
Kembalinya pelaku pasar membuat ISSI bergerak cukup aktif. Maklum, dana senilai Rp 8,35 triliun dikucurkan pemodal dengan total efek diperdagangkan mencapai 84,79 miliar.
Papan perdagangan ISSI juga didominasi emiten-emiten yang bergerak menguat. Tak kurang dari 110 emiten syariah melaju ke zona hijau sementara 53 lainnya memilih diam di tempat.
Namun ISSI masih meninggalkan 75 emiten syariah di teritori negatif dan 83 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Pencapaian rekor juga hampir dicetak indeks saham bluechips syariah. Menutup perdagangan dengan menguat 4,344 poin (0,61%), Jakarta Islamic Index (JII) menyambut libur Imlek di level 718,680.
JII belum bisa mencetak rekor baru yang ditorehkannya pada 13 Februari 2014 di level 721,525. Namun setidaknya JII sempat melampaui rekor tersebut dengan menyentuh level 722,559.
Aksi beli pelaku pasar membawa dua pertiga penghuni JII atau 20 emiten bertenggger di zona hijau. Sayangnya, JII justru tertekan dengan koreksi harga saham dari 7 emiten bluechips syariah dan 3 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham bluechips syariah juga cukup atraktif. Dengan 13,54 miliar saham yang diperdagangkan, pelaku pasar memboyong dana hingga Rp 3,18 triliun.
Jelang libur Tahun Baru China, saham UNTR menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai naik Rp 275 per saham. Top gainer lainnya adalah ASII yang naik Rp 150, MPPA Rp 120, SMRA Rp 120, dan BSDE Rp 105 per saham.
© Dream
IHSG Cetak Rekor
Kala dua indeks acuan saham syariah gagal membuat rekor baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menorehkan memuat sejarah baru.
Menutup perdagangan dengan menguat 52,948 poin (0,99%), IHSG mencetak rekor baru dengan bertenggger di level 5.390,449.
Secara keseluruhan lantai bursa saham Indonesia dibanjir aksi jual beli terhadap 123,43 miliar saham bernilai Rp 17,96 triliun.
Pemodal asing yang sejak pagi membukukan aksi beli justru berbalik arah di sesi penutupan. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 386 miliar.
Tiga indeks sektor saham tak bisa menikmati hingar bingar aksi beli pelaku pasar. Emiten di sektor barang konsumsi mencetak koreksi terdalam hingga 0,24 persen, diikuti pertambangan 0,15 persen, dan infrastruktur 0,15 persen.
Sebaliknya, emiten yang terkaitan dengan penurunan BI rate dilanda aksi beli. Indeks sektor properti mencetak kenaikan tertinggi sebesar 3,17 persen, diikuti keuangan 1,89 persen, dan industri aneka 1,55 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya