Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ribuan Pengungsi Berjalan Kaki Menuju Eropa (ANTARA FOTO/REUTERS/Bernadett Szabo)
Dream - Dunia terhenyak dengan foto pengungsi cilik yang tewas mengenaskan di lepas pantai. Gelombang pengungsi Suriah yang semula tak diabaikan mendadak mencuri perhatian negara Eropa, bahkan dunia.
Ratusan bahkan puluhan ribu orang tengah berjuang menuju tanah harapan baru. Dengan kampung halaman yang terkoyak, Jerman menjadi pilihan meretas masa depan.
Pemerintah Jerman sendiri telah membuka tangan untuk 800 ribu pengungsi. Tak ayal, keputusan Jerman ini menciptakan gelombang manusia yang berjalan kaki ke negeri tersebut.
Ekonomi Jerman memang tengah menghadapi masalah. Bukan roda ekonomi melambat, namun tingkat kelahiran di Jerman yang terbilang sangat rendah.
Negara terkuat di Benua Biru ini juga menghadapi masalah pasokan tenaga kerja terlatih.
Presiden Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jerman, Eric Schweitzer seperti dikutip Newsweek pernah mengatakan Jerman memang membutuhkan banyak tenaga kerja asing.
Di sisi lain, pemerintah Jerman juga harus berusaha keras mengajak masyarakat masuk sekolah kejuruan dan merangsang tenaga kerja terlatih.
" Banyak perusahaan putus asa mencari staf dan pekerja terlatih, sementara beberapa pengungsi memiliki kualifikasi yang sangat dibutuhkan," katanya.
Eric menyampaikan potensi pengungsi ini harus secepatnya dieksploitasi ke tingkat yang lebih tinggi.
Namun upaya Jerman ini tak sepenuhnya berjalan mulus. Banyak pihak menantang rencana Jerman menampung puluhan ribu pengungsi.
Maximilian Pichl, tokoh dari kelompok German Pro Asyl menilai sejarah masa lalu Jerman mempunyai peran penting dalam situasi saat ini.
" Tentu saja ada beberapa orang yang tingkah lakunya terbentuk dari tanggung jawab sejarah menganggap pengungsi juga harus diperlakukan secara manusiawi," kata Maximilian. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya