Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah terpuruk di penutupan perdagangan awal pekan. Kondisi bursa regional yang berbalik melemah usai menyentuh zona hijau semakin menyeret indeks ISSI dan JII ke zona merah.
Sebanyak 29 dari 30 emiten unggulan syariah bahkan jatuh ke zona negatif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 7 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok 4,536 poin (3,23%) ke level 135,855.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang jatuh 23,811 poin (4,04%) ke level 565,325.
Indeks ISSI sepanjang perdagangan mendekam di zona merah. ISSI hanya sanggup menyentuh level tertinggi 139,696 dan terendah di 135,567.
Sebanyak 161 emiten syariah kompak melemah. Sementara hanya 19 emiten yang diburu investor dan 37 lainnya bertahan stagnan.
Di jajaran indeks JII, hanya ada satu emiten yang bergerak menguat. WSKT naik tipis Rp 5 ke level Rp 1.590 per saham.
Minimnya sentimen positif yang menyapa lantai bursa membuat investor menahan diri melakukan transaksi jual beli. Alhasil, investor hanya menggelontorkan dana Rp 2,23 triliun dengan 34,73 miliar saham yang diperdagangkan.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas 113,978 poin (2,58%) ke level 4.301,365.
Lantai bursa kali ini hanya menghimpun dana Rp 3,21 triliun dengan Rp 488,19 miliar diantaranya merupakan dana asing yang ditarik dari pasar modal Indonesia.
Di pasar keuangan, rupiah akhirnya benar-benar tersungkur ke level 14.200. Terkoreksi 60 poin (0,42%), rupiah jatuh ke level 14.232 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya