Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Generasi milenial tengah mengalami masa-masa sulit. Terlebih dengan adanya resesi dan pendemi akibat virus covid-19. Hal ini seakan mengulang kembali sejarah di masa lalu.
Generasi milenial yang lebih tua lahir pada tahun 1980-an. Ketika mereka lulus, pasar kerja sedang mengalami kerusakan dengan gaji stagnan. Selain itu, biaya hidup yang terus meningkat, membuat kombinasi ini semakin sulit.
Kelompok ini pulih paling lambat dari resesi hebat. Menurut laporan dari Federal Reserve Bank of St. Louis, rata-rata kekayaan yang dimiliki kaum milenilal itu berada di bawah 34 persen.
Generasi milenial yang lebih muda, yaitu mereka yang lahir pada tahun 2000-an juga harus mengalami masa pemulihan ekonomi yang lambat. Akibat adanya pandemi covid-19.
Mereka harus merasakan pemotongan gaji bahkan dipecat. Sehingga sangat mempengaruhi mereka dalam menstabilkan kekayaannya.

Namun ini bukanlah pertama kalinya melihat dua generasi merasakan kesulitan akibat resesi dan pandemi.
Menurut Howe, seorang penemu teori generasi berulang, terdapat kejadian serupa yang terjadi pada generasi sebelumnya. Mereka disebut sebagai generasi GI. Mereka lahir antara tahun 1901 dan 1924.
Mereka mengalami kesulitan akibat adanya Flu Spanyol. Flu spanyol tercatat sebagai salah satu pandemi paling buruk sepanjang sejarah. Dan pada generasi selanjutnya yaitu tahun 1920-an mereka mengalami depresi hebat akibat resesi.
Flu Spanyol melanda Amerika Serikat dari tahun 1918 hingga 1920. Menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia. Pada 1920, iklim ekonomi dunia mulai berubah. Pengangguran melonjak hingga 4 persen bahkan hampir menjadi 12 persen.
GNP anjlok hingga 17 persen. Dan Dow jatuh hingga 46,5 persen. Itu merupakan awal depresi hebat yang melanda pada tahun 1929 ketika pasar saham ambruk.

Adanya pandemi covid-19 telah menyebabkan penurunan ekonomi terburuk dalam sejarah. Titik nadir depresi hebat terjadi pada tahun 1933 yaitu ketika 15 juta orang Amerika menganggur.
Sedangkang selama resesi akibat virus covid-19 mencapai puncaknya dengan adanya pengangguran hingga 23 juta orang.

Itu sebabnya beberapa ahli generasi berspekulasi, pandemi virus covid-19 akan menjadi garis pemisah antara Gen Z dan generasi yang mengikutinya.
Laporan Riset Bank Amerika menyebut generasi yang akan datang " Generasi Covid," atau Gen C, akan ditentukan oleh ketidakmampuan mereka untuk mengingat pandemi.
Namun Howe mengatakan, akan ada titik puncak lainnya pasca-pandemi yang akan menandai berakhirnya Gen Z dan dimulainya generasi baru. Pandemi, hanyalah titik penentu lainnya bagi kaum milenial.
Generasi ini pasti mengalami perjalanan yang sulit. Tetapi jika mereka benar-benar mengulangi sejarah generasi GI, ada alasan untuk tetap optimistis.
Jika kesulitan membuat satu generasi haus akan restrukturisasi sistem ekonomi dan memikirkan kembali peluang, maka perspektif generasi lain akan diubah oleh peristiwa yang tersebut.
Sama seperti Generasi GI, generasi milenial memiliki potensi untuk meletakkan kerangka ekonomi baru untuk generasi mendatang.
(Sumber: businessinsider.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya