Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Indeks Syariah Malah Tergelincir. (Foto: Shutterstock)
Dream - Kegembiraan pelaku pasar modal Indonesia untuk sementara tertahan. Setelah kemarin ramai-ramai terjun ke lantai bursa, investor kali ini justru menahan diri melakukan aksi beli hingga menyeret indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berguguran.
Tiga indeks acuan saham syariah tak lepas dari pelemahan tersebut. Sentimen dari keputuan US Federal Reserves yang menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin membuat ivestor kembali dilanda kecemasan.
Kurs rupiah yang kemarin bergerak menguat juga tak lepas dari koreksi. Dollar AS kembali mengamuk menembus level Rp14.500.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis, 20 Desember 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,362 poin (0,19%) ke level 182,458. ISSI bergerak fluktuatif setelah memerah ke level 182,353 di sesi pembukaan.
Sentimen The Fed membuat laju ISSI fluktuatif. ISSI menyentuh level terendah di 181,295 dan sempat bertengger di posisi tertinggi 182,663. Jelang penutupan, ISSI gagal melawan laju pelemahan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), terkoreksi 1,627 poin (0,24%) ke level 686,654. Indeks JII70 turun 0,683 poin (0,29%) ke level 227,740.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir terhantam sentimen The Fed. IHSG terpotong 28,218 poin (0,46%) ke level 6.147,876.
Pelaku pasar kurang bergairan mendengar sentimen negatif dari keputusan The Fed. Mereka ramai-ramah menahan diri hingga membuat sejumlah indeks sektoral turun tajam.
Pelemahan terdalam dialami indeks sektor industri dasar dan keuangan yang masing-masing melemah 1,34 persen dan 1,31 persen.
Saham barang konsumsi naik 0,57 persen, pertanian 0,39 persen, industri aneka 0,35 persen, pertambangan 0,3 persen, dan properti 0,07 persen. Penguatan kelima indeks ini tak kuat menahan pelemahan perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah AALI yang harga sahamnya naik Rp350, ICBP Rp275, UNVR Rp250, POLL Rp225, dan MAPA Rp200.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah MKPI yang harga sahamnya terkoreksi Rp800, CPIN Rp275, TPIA Rp150, AMFG Rp120, FASW Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah tipis. Pada pukul 16.24, kurs dolar terhadap rupiah menguat 55 poin (0,38%) ke level Rp14.493.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya