Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi PNS.
Dream – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 segera memasuki masa babak akhir. Tahun ini pemerintah membuka keran seleksi untuk lowongan 238.015 formasi di kementerian/lembaga dan instansi daerah.
Jumlah formasi yang dibuka pada seleksi CPNS tahun ini dinilai sangat banyak mengingat beberapa tahun sebelumnya pemerintah menetapkan penghentian sementara (moratorium) penerimaan CPNS empat tahun.
Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Dwi Wahyu Atmaji mengaku jika fenomena ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah momen penerimaan CPNS yang berdekatan dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
“ Saya sering ditanya itu moratorium. Tiba-tiba tahun ini, kok banyak. Apakah terkait Pilpres?” kata Sekretaris Menteri PANRB, Dwi Wahyu Atmaji, ketika berdialog dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.
Dwi menjelaskan kebijakan moratorium yang dilakukan pemerintah sebelumnya sengaja dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pegawai pemerintah. Kebijakan ini juga dibuat agar ada pemerintah menempatkan orang yang tepat di formasinya.
“ Sudah berlangsung empat tahun,” kata dia.
Tahun ini, lanjut Dwi, rekrutmen CPNS kembali dibuka dengan membuka lowongan hingga ratusan ribu orang. Keputusan ini dibuat karena pemerintah membutuhkan pengganti PNS yang telah memasuki usia pensiun.
Untuk diketahui, jumlah PNS aktif sebelum moratorium sebanyak 4,6 juta orang. Saat ini tercatata sudah ada 400 ribu PNS yang pensiun sehingga sisanya berjumlah 4,2 juta orang.
“ Yang pensiun itu guru dan tenaga kesehatan. Padahal, program-program pemerintah, nawacita, banyak membutuhkan tenaga pendidikan dan kesehatan,” kata dia.
Selain moratorium, Dwi juga membahas rekrutmen seleksi CPNS 2018. Dia mengatakan ada 4,43 juta orang yang membuka akun peserta seleksi CPNS. Dari jumlah tersebut sebanyak 3,78 juta orang yang melakukan daftar ulang.
“ Yang menyerahkan dokumen ada 3,6 juta orang dan yang lulus SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) ada 2,8 juta orang. Tingkat kelulusannya 5,25 persen,” kata dia.
Dwi mengatakan tingkat kelulusan di Indonesia Timur sangat kecil. Jumlahnya mencapai 1,4 persen, sedangkan wilayah Indonesia Barat 3,8 persen dan Indonesia Tengah 2,2 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya