Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Dollar AS Tembus Level Rp15.232. (Foto: Shutterstock)
Dream – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Pakar ekonomi menyebut pelemahan rupiah ini disebakan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Dengan kenaikan ini, banyak investor asing yang menarik dana-dana untuk diinvestasikan di pasar Paman Sam sehingga memicu kenaikan dolar AS.
Dilansir dari Bloomberg, Senin Oktober 2018, pada 14.30, dolar AS menguat di level Rp15.232. Nilai tukarnya menguat 70,8 poin (0,47%) dari level pembukaan di Rp15.193 per dolar AS.

Menurut laman Bank Indonesia, Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI ditetapkan sebesar Rp15.193. angkanya melemah dari JISDOR Jumat 5 Oktober 2018 yang sebesar Rp15.182.

Dilansir dari Liputan6.com, Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, mengatakan imbal hasil obligasi AS menarik dana-dananya ke pasar. Dengan begitu, mata uangnya menguat.
“ Imbal hasil untuk obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun, naik menjadi 3,22 persen, tertinggi sejak Mei 2011,” kata Lana.
Dia mengatakan kenaikan yield ini merupakan respons pasar terhadap angka pengangguran yang turun untuk September 2018. Angka pengangguran di sana turun menjadi 3,7 persen.
Meskipun demikian, BI akan tetap menjaga pergerakan nilai tukar dan menahan tekanan lebih dalam. Diproyeksikan, rupiah bakal bergerak di antara Rp15.180—Rp15.190 per dolar AS.
Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan tren harga minyak dunia yang naik dan turunnya cadangan devisa juga berpengaruh terhadap rupiah.
“ Indonesia memerlukan dolar AS untuk impor minyak, kondisi itu akan menggerus cadangan devisa semakin banyak,” kata Reza.
(Sumber: Liputan6.com/Arthur Gideon)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa