Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Diskusi Media Bersama Hijra Bank (Foto: Okti Nur Alifia/Dream)
Dream - Bank digital syariah Hijra Bank mencatatkan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kuartal I 2023 sebesar 200 persen, atau Rp100 miliar, yang berasal dari dana deposito dan tabungan wadiah.
Co Founder Hijra Bank, Dima A Djani, mengatakan, perusahaan menargetkan penghimpunan DPK untuk tahun 2023 naik menjadi Rp300 miliar sampai Rp500 miliar.
" Target kami Rp300 miliar sampai Rp500 miliar DPK tahun ini. Kami akan dorong lagi digital banking. KPR Syariah juga akan memengaruhi ke naiknya DPK kami karena nasabah menabung dan membayar cicilannya ke kami," kata Dima dalam acara diskusi media bersama Hijra Bank di Jakarta, Senin 29 Mei 2023.
Selain menggenjot bisnis KPR, strategi untuk meningkatkan DPK diimplementasikan dengan mengembangkan sistem digital dengan fitur-fiturnya. Seperti nantinya ada pembayaran menggunakan QR code yakni QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Sementara itu, perusahaan juga mencatatkan peningkatan laba lebih dari 200 persen pada akhir tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). Begitu pula aset yang mengalami peningkatan 200 persen pada akhir tahun 2022.
Pada akhir tahun 2022, pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan oleh Hijra Bank hampir mencapai 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun untuk pertumbuhan pengguna aplikasi Hijra Bank melampaui tiga kali (3x) lipat sejak peluncurannya pada Desember 2022 atau setelah eksis selama enam bulan.
Di mana lebih dari 50 persen pengguna aplikasi Hijra Bank adalah milenial dan Gen Z di bawah usia 35 tahun. Kemudian lebih dari 24 persen pengguna aplikasi adalah wirausaha yang tersebar di 34 provinsi.
" Enam bulan terakhir telah menjadi momentum krusial bagi Hijra Bank. Kami tidak hanya harusm membuktikan bahwa ide besar kami, produk, dan teknologi dapat diterima oleh masyarakat, tetapi juga dapat memberikan solusi nyata yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup para pengguna kami," lanjut Dima.
Menurut Dima, pertumbuhan Hijra Bank selama enam bulan terakhir merupakan upaya perusahaan untuk terus membuktikan bahwa BPR/BPRS juga mampu bertahan, bahkan mencapai kejayaan, di era digital seperti sekarang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya