Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dua Kota RI Masuk Pasar Properti Terkemuka Dunia

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 10 Maret 2015 10:32
Dua Kota RI Masuk Pasar Properti Terkemuka Dunia
Dua pasar properti Indonesia masuk jajaran kota dengan kenaikan harga terbaik di dunia. Kota mana saja?

Dream - Sudah menjadi pengetahuan umum jika Big Apple, kota julukan New York, bertengger sebagai pasar properti mewah paling ramai di dunia. Namun kejutan justru datang dari Indonesia. Dua kota di Tanah Air menjadi pusat pasar properti paling cerah di dunia.

Pasar properti mewah di kota Amerika Serikat (AS) tengah berada dalam kinerja terbaiknya pada 2014 lalu. Konsultan properti dunia, Knight Frank menyebutkan harga rumah mewah di New York memperoleh keuntungan terbesar di dunia.

Kontribusi nilai properti perumahan mewah terhadap pusat keuangan AS melonjak 18,8 persen antara Desember 2013 dan Desember 2014. “ Angka itu jauh melampaui pertumbuhan harga rata-rata global yang hanya 2 persen,” ungkap Knight Frank dalam laporan tahunannya, Wealth Report, seperti dikutip Dream dari laman CNBC, Selasa, 10 Maret 2015,

Direktor Senior Knight Frank, Alistair Elliot mengatakan New York memang telah mendominasi peringkat teratas dalam Prime International Residential Index. “ New York menunjukkan daya tariknya kepada masyarakat investasi secara internasional," katanya.

Dalam pemeringkatan kali ini, kota-kota di Negeri Paman Sam mendominasi peringkat Residential Index, dengan empat kota masuk di 10 besar. Sebaliknya, Asia, yang memiliki empat pasar dalam jajaran 10 besar pada tahun sebelumnya, hanya menempatkan satu kota dalam tahun ini.

New York, kemudian diikuti oleh Aspen, Bali, Istanbul dan Abu Dhabi, dengan pertumbuhan harga antara 14,7 persen dan 16 persen. Sementara San Francisco, Dublin, Cape Town, Muscat dan Los Angeles melengkapi posisi 10 besar, dengan pertumbuhan harga antara 13,2 persen dan 14,3 persen.

Kepala Riset Knight Frank untuk Asia Pasifik, Nicholas Holt, mengatakan pertumbuhan properti mewah di Asia cukup melambat karena berbagai alasan. Salah satunya adalah kebijakan ekonomi yang ketat mulai dari pembatasan kenaikan harga dengan pajak yang tinggi dan intervensi pasar properti.

" Hong Kong dan Singapura adalah contoh yang pertumbuhannya melambat," kata Holt.

Yang menarik, Knight Frank justru mencatat kinerja luar biasa konsumen properti mewah dunia yang berasal dari Indonesia. Para pembeli asal Indonesia adalah konsumen properti mewah dunia yang sangat diperhitungkan dalam beberapa tahun ke depan.

Selain Bali yang menempat posisi ketiga, pasar properti mewah di Jakarta juga berhasil menarik perhatian Investor. Di ibukota ini, harta properti mewah tercatat mengalami pertumbuhan terbaik ke-12 diantara berbagai kota besar dunia.

Holt menambahkan para pembeli asal Indonesia juga akan menjadi kekuatan yang lebih serius untuk Australia dan kawasan Asia Pasifik.

" Selain Indonesia, kami melihat Meksiko, Nigeria dan Turki akan menjadi basis pembeli properti mewah global yang potensial."

Beri Komentar