Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jakarta
Dream - Sudah menjadi pengetahuan umum jika Big Apple, kota julukan New York, bertengger sebagai pasar properti mewah paling ramai di dunia. Namun kejutan justru datang dari Indonesia. Dua kota di Tanah Air menjadi pusat pasar properti paling cerah di dunia.
Pasar properti mewah di kota Amerika Serikat (AS) tengah berada dalam kinerja terbaiknya pada 2014 lalu. Konsultan properti dunia, Knight Frank menyebutkan harga rumah mewah di New York memperoleh keuntungan terbesar di dunia.
Kontribusi nilai properti perumahan mewah terhadap pusat keuangan AS melonjak 18,8 persen antara Desember 2013 dan Desember 2014. “ Angka itu jauh melampaui pertumbuhan harga rata-rata global yang hanya 2 persen,” ungkap Knight Frank dalam laporan tahunannya, Wealth Report, seperti dikutip Dream dari laman CNBC, Selasa, 10 Maret 2015,
Direktor Senior Knight Frank, Alistair Elliot mengatakan New York memang telah mendominasi peringkat teratas dalam Prime International Residential Index. “ New York menunjukkan daya tariknya kepada masyarakat investasi secara internasional," katanya.
Dalam pemeringkatan kali ini, kota-kota di Negeri Paman Sam mendominasi peringkat Residential Index, dengan empat kota masuk di 10 besar. Sebaliknya, Asia, yang memiliki empat pasar dalam jajaran 10 besar pada tahun sebelumnya, hanya menempatkan satu kota dalam tahun ini.
New York, kemudian diikuti oleh Aspen, Bali, Istanbul dan Abu Dhabi, dengan pertumbuhan harga antara 14,7 persen dan 16 persen. Sementara San Francisco, Dublin, Cape Town, Muscat dan Los Angeles melengkapi posisi 10 besar, dengan pertumbuhan harga antara 13,2 persen dan 14,3 persen.
Kepala Riset Knight Frank untuk Asia Pasifik, Nicholas Holt, mengatakan pertumbuhan properti mewah di Asia cukup melambat karena berbagai alasan. Salah satunya adalah kebijakan ekonomi yang ketat mulai dari pembatasan kenaikan harga dengan pajak yang tinggi dan intervensi pasar properti.
" Hong Kong dan Singapura adalah contoh yang pertumbuhannya melambat," kata Holt.
Yang menarik, Knight Frank justru mencatat kinerja luar biasa konsumen properti mewah dunia yang berasal dari Indonesia. Para pembeli asal Indonesia adalah konsumen properti mewah dunia yang sangat diperhitungkan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain Bali yang menempat posisi ketiga, pasar properti mewah di Jakarta juga berhasil menarik perhatian Investor. Di ibukota ini, harta properti mewah tercatat mengalami pertumbuhan terbaik ke-12 diantara berbagai kota besar dunia.
Holt menambahkan para pembeli asal Indonesia juga akan menjadi kekuatan yang lebih serius untuk Australia dan kawasan Asia Pasifik.
" Selain Indonesia, kami melihat Meksiko, Nigeria dan Turki akan menjadi basis pembeli properti mewah global yang potensial."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya