Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia belum mampu beranjak dari zona merah. Bursa saham regional yang dibuka variatif masih ditanggapi hati-hati pelaku pasar.
Pemodal asing yang kembali menggelar aksi jual saham kembali membawa sentimen negatif pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih tertekan dengan koreksi 0,301 poin (0,17%) ke level 173,255
Pelemahan ISSI ini terpicu turunnya harga saham dari 12 emiten syariah. Sementara 11 emiten lainnya sudah mulai mengawali perdagangan di zona hijau dan 11 emiten memilih stagnan.
Di awal perdagangan, pelaku pasar sudah mentransaksikan 100,11 juta dengan sokongan dana hingga Rp 19,30 miliar.
Berharap akan adanya penguatan di sesi pembukaan, ISSI justru masih belum bertenaga. ISSI kembali melemah 0,257 poin (0,15%) ke level 173,299.
Kondisi yang sama dialami saham-saham bluechips syariah. Turunnya harga saham dari 12 emiten, membuat Jakarta Islamic Index (JII) mengawali perdagangan dengan melemah 1,807 poin (0,25%) ke level 722,842
Meski sedikit menguat, JII masih bergerak lemah di sesi pembukaan usai mengalami koreksi 1,657 poin (0,23%) ke level 722,992.
Tren penurunan memang terlihat jelas di bursa saham nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi indikator kinerja bursa Indonesia kembali dibuka turun 7,505 poin (0,14%) ke level 5.437,129 di sesi prapembukaan.
Lantai bursa pagi ini sudah diguyut dana Rp 37,23 miliar dari hasil jual beli 117,26 juta saham.
Investor asing memulai perdagangan dengan melepas sahamnya di BEI. Asing mencetak nett sell tipis Rp 13,09 miliar.
Dari 10 indeks saham sektoral, hanya emiten properti yang memulai perdagangan di zona hijau dengan menguat 0,927 poin (0,17%). Sementara emiten sektor industri aneka bergerak flat.
Di sesi pembukaan, IHSG masih belum bisa berbuat banyak. IHSG kembali melemah 6,515 poin (0,12%) ke level 5.439,495.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah masih belum bisa keluar dari level 13.000. Rupiah pagi ini bergerak flat dengan bertengger di level 13.025 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya