Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

24 Emiten Robohkan Rekor Indeks Bluechips Syariah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 9 Maret 2015 16:24
24 Emiten Robohkan Rekor Indeks Bluechips Syariah
Pelaku pasar harus pasrah dengan berakhinya tren naik jangka pendek

Dream - Bursa saham Indonesia benar-benar telah mengakhiri tren naik jangka pendeknya. Masuk pada fase konsolidasi, seluruh indeks saham acuan terlempar dari rekor barunya.

Hanya indeks sektor pertambangan yang mampu berhasil bertahan di zona hijau. Pasar modal Indonesia sendiri dihantam sejumlah sentimen negatif dari global dan regional.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 9 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terhempas 2,185 poin (1,24%) ke level 173,556.

ISSI sudah sangat jauh dari rekor tertingginya yang dicapai akhir pekan lalu di level 175,741. Menghabiskan waktu perdagangan di zona merah, ISSI mencetak level terendah di 172,982 dan hanya sanggup menguat ke level tertinggi 174,780.

Pelemahan harga saham yang melanda 141 emiten syariah telah menyeret ISSI jatuh ke teritori negatif. Menguatnya harga saham dari 39 emiten tak cukup untuk menahan aksi jual pelaku pasar.

Di awal pekan ini pelaku pasar mentransaksikan 27,95 miliar saham bernilai Rp 4,01 triliun.

Kinerja tak kalah berbeda dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) awal pekan ini harus rela terpangkas 10,198 poin (1,39%) ke level 724,649.

Papan perdagangan JII diwarnai aksi memerah dari 24 saham bluchips syariah. Beruntung masih ada 5 emiten yang melaju positif dan 1 lainnya stagnan.

Transaksi perdagangan saham tercatat mencapai Rp 2,79 triliun dengan 7,92 miliar saham yang beralih tangan.

Pelemahan lebih dalam dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terhempas 70,153 poin (1,27%) ke level 5.444,634. IHSG akhirnya harus merelakan rekornya di atas level 5.500 kembali menghilang.

Lantai bursa saham sore ini diguyur dana investor hingga Rp 6,09 triliun dengan 51,96 mliar saham yang diperdagangkan.

Investor asing yang mulai khawatir dengan rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed juga mulai berbalik arah. Asing mencetak nett sel hingga Rp 272,26 miliar.

Dari kawasan regional, kecuali Shanghai Composite yang menguat 1,89 persen, seluruh indeks saham utama Asia bergerak melemah. Indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng China terkoreksi 0,95 persen dan 0,17 persen.

Di pasar keuangan, rupiah masih belum lepas dari tekanan pasar. Sempat menguat ke level 12.975, kurs rupiah menutup perdagangan dengan melemah 51 poin (0,39%) menjadi 13.026 per dolar AS.

Beri Komentar