Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dihantam Sentimen Negatif, Indeks Syariah Berguguran

Reporter : Syahid Latif
Senin, 9 Maret 2015 09:34
Dihantam Sentimen Negatif, Indeks Syariah Berguguran
Pasar berspekulasi The Fed akan segera memberlakukan kenaikan suku bunga acuan paling lambat Juli ini.

Dream - Memulai awal pekan bursa saham Indonesia langsung dilanda tekanan jual. Rekor akhir pekan lalu terpangkas aksi pelaku pasar yang melepas portofolionya di tengah tekanan regional.

Investor asing yang pelan-pelan mengurangi aksi belanjanya juga mengurangi perputaran uang di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada pra pembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 9 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) langsung terkoreksi 1,02 poin ke level 174,721.

Pelemahan ISSI masih terus berlanjut hingga 15 menit waktu perdagangan. ISSI tercatat masih terkulai 1,583 poin (0,90%) ke level 174,158.

Sebanyak 105 emiten syariah mengawali perdagangan di zona merah. Sementara hanya 21 emiten yang masih bisa melanjutkan penguatan dan 33 lainnya melaju stagnan.

Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 490,48 miliar dengan 3,16 miliar saham yang beralih tangan.

Tekanan juga dialami indeks saham bluechips syariah yang akhir pekan memecahkan rekor tertingginya. Jakarta Islamic Index (JII) terjun bebas 5,794 poin ke level 729,053.

JII masih terhempas di zona merah dengan melemah 7,450 poin (1,01%) ke level 727,397 hingga 15 menit waktu perdagangan.

Papan perdagangan JII hanya dihuni 2 emiten yang bertengger di zona positif. Selebihnya, sebanyak 27 emiten terserang aksi jual sementara 1 lainnya masih bisa melaju stagnan.

Bursa saham Indonesia awal pekan ini memang tengah dilanda aksi jual pelaku pasar. Terbukti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 30,92 poin (0,56%) ke level 5.483,85 pada pra pembukaan perdagangan saham.

Tekanan IHSG berlanjut di sesi pembukaan usai terkoreksi 43,34 poin (0,79%) ke level 5.471,44.

Analis PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo memperkirakan sentimen negatif pasar berasal dari spekulasi The Fed yang akan mempercepat kenaikan suku bunga pada Juli mendatang.

Sentimen ini muncul setelah munculnya data positif tenaga kerja di Negeri Paman Sam. " Bursa regional pagi ini mensikapi koreksi Dow Jones tersebut sebagai sentimen negatif," katanya.

Beri Komentar