Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kesibukan di tempat kerja kerap membuat pegawai memilih melewatkan makan siang. Dengan harapan pekerjaan bisa selesai lebih cepat, kebiasaan ini justru membuat perusahaan merugi. Bahkan bisa jadi mengganggu bisnis perusahaan. .
Ahli gizi dari Mediclinic City Hospital, Dubai, Minette Prinsloo mengatakan kebiasaan melewatkan makan siang bisa berakibat buruk bagi pegawai dan perusahaan.
Selain menurunkan tingkat produktivitas dan energi, melewatkan makan siang dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertensi hingga cardiovascular disease (CVD).
" Produktivitas di tempat kerja tergantung, antara lain, pada tingkat energi seseorang," Prinsloo seperti dikutip dari laman Arabianbusiness, Sabtu, 8 Maret 2015.
Menurut Prinsloo, para karyawan yang melewat makan siang kemungkinan akan merasa sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir jernih. Pegawai juga bisa lebih lambat dalam membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan yang jumlahnya sedikit.
Prinsloo mengatakan makan siang sangat penting untuk menjaga kadar gula darah dan meminimalkan perasaan kelelahan, kurang konsentrasi, dan mudah tersinggung. Seluruh gejala ini merupakan tanda umum yang terjadi di tempat kerja.
Ketika orang mengembangkan kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti melewatkan makan siang, hal itu akan mengubah respons tubuh terhadap insulin. Posisi ini menempatkan para pegawai pada risiko yang lebih tinggi. Penyakit gaya hidup seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular bisa saja menyerang.
Hala Barghout, ahli nutrisi, mengatakan saat seseorang melewatkan makan siang, dia akan cenderung makan makanan yang tidak sehat, seperti biskuit atau crackers.
" [Melewatkan makan siang] sangat umum, karena kebanyakan orang bisnis sibuk dengan banyak pertemuan sepanjang hari atau keluar kantor untuk urusan lain," kata Barghout.
Barghout juga tak menganjurkan pegawai mengkompensasinya kebiasaan melewatkan makan siang dengan makan banyak di malam hari. Cara ini justru membuat metabolisme lambat dan berat badan naik.
Prinsloo menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika terjadi kekurangan makanan, tubuh mengubah tingkat metabolisme dalam rangka menghemat energi.
" Hal ini menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak makanan dalam bentuk lemak, yang dapat membuat lebih sulit untuk mempertahankan atau mencapai berat badan yang sehat," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya