Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Terseok-seok di awal perdagangan, bursa saham Indonesia menutup perdagangan di zona positif. Dua indeks acuan saham syariah bahkan kembali mencetak dalam tren rekor baru.
Rekor baru ini tercapai di tengah aksi beli pemodal asing yang masih minim. Meski baru separuh dari nett sell kemarin, asing mencetak aksi beli bersih hingga Rp 143 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 6 Maret 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 1,719 poin (1,26%) ke level 175,741.
ISSI kembali mencetak level tertingginya di awal Maret sekaligus rekor terbarunya. Rekor terakhir ISSI dicetak pada 3 Maret 2015 di level 175,145.
Sepanjang perdagangan ISSI memang bergerak ekstra hati-hati. Melaju relatif flat, ISSI mencetak level terendah di 173,755. Adanya aksi beli jelang penutupan berhasil melesatkan ISSI hingga mencapai level tertinggi sekaligus rekor baru di 175,741.
Rekor baru ISSI didukung naiknya harga saham dari 84 emiten syariah. Namun, jumlah saham syariah yang terkoreksi justru lebih banyak hingga 90 emiten.
Transaksi perdagangan jelang libur akhir pekan ini mencapai Rp 4,55 triliun dengan 33,22 miliar saham yang beralihtangan.
Tak ingin ketinggalan dengan ISSI, saham-saham bluechips syariah juga ikut melompat jelang penutupan perdagangan. Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut mencetak rekor baru.
JII sore ini menutup perdagangan dengan menguat 112,759 poin (1,77%) ke level 734,847. Rekor tertinggi JII terakhir kali dicapai di level 730,204.
Lebih dari separuh atau 18 emiten syariah menyambut libur akhir pekan di zona hijau. Sebaliknya, 11 emiten masih tertekan aksi jual dan memaksanya masuk zona merah.
Transaksi perdagangan 12,83 miliar saham menciptakan perputaran dana hingga Rp 3,32 triliun.
Saham perusahaan barang konsumsi, UNVR, menjadi favorit pelaku pasar. Emiten unggulan ini menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer) usai menguat Rp 1.550 per saham.
Emiten penghuni top gainer lainnya adalah SILO yang menguat Rp 600, INTP Rp 400, ASII Rp 225, dan ITMG Rp 200 per saham.
Pencapaian rekor juga berhasil diraih Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 63,840 poin (1,17%) ke level 5.514,787.
Lantai bursa akhir pekan ini diserbu aksi jual beli investor yang melibatkan 54,57 miliar saham. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 6,49 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya