Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi
Dream - Angan-angan abdi negara di ibukota mendapat gaji belasan bahkan puluhan juta rupiah tampaknya batal terwujud.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi mengatakan akan dilakukan koreksi dan penyempurnaan terhadap usulan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang diusulkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama.
Yuddy beralasan, Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) selama ini hanya mengenal tiga komponen penghasilan aparatur sipil negara (ASN). Ketiga hal ini adalah gaji, tunjangan kemahalan, dan tunjangan kinerja.
" Terhadap kebijakan yang diambil Gubernur DKI Jakarta ini, daerah lain agar mengerti," kata Yuddy seperti dikutip dari laman menpan, Jumat, 6 Maret 2015.
Menurut Yuddy, setiap daerah memang mempunyai tata kelola keuangan yang berbeda. " Hanya nomenklaturnya yang beda," kata Yuddy.
Seperti diketahui, penghasilan PNS Pemprov DKI semula diusulkan mengalami kenaikan. Bahkan kenaikannya tergolong drastis karena terjadi rata-rata kenaikan pendapatan hingga Rp20 juta.
Sebagai contoh, take home pay pejabat struktural tingkat lurah diusulkan menjadi Rp 33.730.000, naik sekitar Rp 20 juta dari tahun lalu yang hanya Rp 13 juta. Penghasilan ini berasal dari gaji pokok Rp 2.082.000, tunjangan jabatan Rp 1.480.000, TKD Statis Rp 13.085.000, TKD Dinamis Rp 13.085.000, dan tunjangan transportasi Rp 4.000.000.
Pada bagian lain, Yuddy juga berpesan agar ASN di pemerintah provinsi DKI Jakarta tetap berjalan baik meski dinamika politik sedang berlangsung.
“ Saya meminta Pak Ahok dan semua jajaran staf di Pemprov DKI Jakarta untuk lebih meningkatkan komunikasi dengan rekan-rekan di DPRD, agar tercipta saling pengertian dan menghormati satu dengan yang lain,” katanya.
Pemerintah juga berpesan kepada semua warga masyarakat khususnya DKI Jakarta agar tidak mempunyai pikiran ekstrim untuk memakzulkan Gubernur DKI Jakarta. Langkah itu dianggap tidak lazim dan akan berdampak buruk.
“ Silakan mengkritik tapi etika harus dikedepankan. Budaya Timur menjunjung tinggi etika, apalagi di ruang formal diharapkan semua aparatur negara dapat menjaga ucapan dan sikap,” tegas Yuddy.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam